25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramKurangi Volume Sampah di TPS Sandubaya, DLH Kota Mataram Minta Penambahan Ritase

Kurangi Volume Sampah di TPS Sandubaya, DLH Kota Mataram Minta Penambahan Ritase

Mataram (Inside Lombok) – Kondisi sampah yang ada di TPS Sandubaya masih menggunung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram sudah bersurat ke TPA Regional Kebon Kongok Lombok Barat untuk menambah ritase pembuangan.

“Kita segera melakukan percepatan memindahkan sampah tersebut ke TPA Kebon Kongo,” kata Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, Selasa (18/11) pagi.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Mataram melakukan koordinasi dengan TPA Regional Kebon Kongok untuk menambah ritase pembuangan. Penambahan ritase ini salah upaya untuk mempercepat pengosongan TPS. TPA Kebon Kongok hanya memperbolehkan pembuangan sampah tiga kali ritase. “Kita sedang koordinasi dengan TPA Kebon Kongok agar bisa empat kali ritase,” katanya.

Jika TPA Kebon Kongok mengizinkan penambahan ritase, maka pengosongan TPS Sandubaya bisa dilakukan dalam jangka waktu sebulan. Namun penambahan ritase ini juga disebut menambah beban anggaran untuk BBM. “Sebulan bisa lah selesai kalau ada penambahan ritase. Kita lihat kemampuan kita juga ya. Kita sesuaikan dengan anggaran,” tegasnya.

Selain itu, pembakaran menggunakan insinerator juga sudah dilakukan. Meskipun volume sampah yang Dibakar sehari masih sangat kecil yaitu 10 ton. Saat ini volume sampah di TPS sudah mulai berkurang. “Jelas sudah setengah dari kondisi sebelumnya. Tapi saya tidak tahu pasti jumlahnya berapa,” katanya.

Ia mengakui, dengan musim hujan saat ini menambah bau sampah tersebut. Dengan kondisi tersebut, Dinas LH Kota Mataram sedang melakukan kajian dampak pencemaran yang terjadi. “Lagi kami perintahkan untuk menghitung kadar dari pencamaran. Kita belum tahu dan itu sedang dihitung,” katanya.

Kedepan, jika sampah di TPS Sandubaya sudah kosong, Dinas LH tidak akan menutup lokasi pembuangan sementara itu. Melainkan akan dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah namun diupayakan tidak menumpuk seperti sekarang ini.

- Advertisement -

Berita Populer