26.5 C
Mataram
Kamis, 29 Januari 2026
BerandaMataramLapak Semakin Menjamur, Hewan Kurban di Mataram Dipastikan Bebas Penyakit

Lapak Semakin Menjamur, Hewan Kurban di Mataram Dipastikan Bebas Penyakit

Mataram (Inside Lombok) – Tim dari Dinas Pertanian Kota Mataram masih rutin melakukan pemeriksaan kondisi hewan kurban. Karena jelang Hari Raya IdulAdha ini, jumlah lapak penjualan hewan kurban semakin menjamur.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Irwan Harimansyah mengatakan dari pemeriksaan yang sudah dilakukan belum ada ditemukan hewan kurban yang terjangkit penyakit. Salah satu penyakit yang waspadai ada di hewan kurban yaitu antraks.

“Kalau sudah dicek hari ini, insya allah nanti di cek lagi. Karena disana ada perputaran hewan disana. Setiap hari akan berjalan,” katanya Rabu (4/6) siang. Irwan mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan hingga pasca Hari Raya Idul Adha. Karena masyarakat menyembelih hewan kurban tidak hanya pada saat hari raya melainkan H+1 hari raya.

Jumlah tempat penjualan hewan kurban di Kota Mataram hingga saat ini mencapai 60 lokasi. “Pemeriksaan yang kita lakukan itu lapak-lapak itu juga,” katanya.

Diharapkan, tim tidak menemukan adanya hewan kurban yang mengidap penyakit antraks. Sementara untuk gejala penyakit mulut dan kuku (PMK), Irwan menegaskan aka nada tindakan dari tim kesehatan. Misalnya melakukan isolasi terhadap hewan tersebut untuk tidak dijual hingga dia sembuh.

“Kalau sekarang itu vaksin sudah berjalan lama. Soalnya kalau pemeriksaan ini merupakan kegiatan rutin dan kita kasih obat kalau hewan sakit. Itu yang kita cek adalah antraks dan PMK,” ungkapnya.

Jumlah hewan yang sudah diperiksa yaitu sudah cukup banyak. Misalnya untuk sapi yang sudah diperiksa yaitu mencapai 20 ekor. “Sebagian besar itu dari Pulau Lombok,” katanya.

Hewan ternak yang berasal dari Pulau Sumbawa memang ada. Hanya saja, untuk mendatangkan hewan ternak dari Pulau Sumbawa ini cukup ketat. “Lalu lintas Pulau Sumbawa sudah kita buka tapi ada beberapa persyaratan salah satunya tiga bulan terakhir tidak terindikasi penyakit menular. Ada surat keterangan sehat dari daerah asal. Baru boleh masuk ke Kota Mataram,” katanya.

Sedangkan sapi yang dibeli Presiden RI, Irwan menegaskan ada penanganan khusus yang dilakukan. Selama ini yang dikeluhkan yaitu bau lapak, sehingga para peternak diingatkan untuk menjaga kebersihan. “Tolong dijaga kebersihannya terutama kotoran hewannya,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer