24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramLestarikan Bahasa Daerah, Balai Bahasa NTB Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Lestarikan Bahasa Daerah, Balai Bahasa NTB Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Mataram (Inside Lombok) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa SD hingga SMP dari 10 kabupaten dan kota di NTB dengan berbagai lomba berbahasa daerah, seperti puisi, cerpen, dan bentuk kesenian lainnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, mengatakan program revitalisasi bahasa daerah telah dilaksanakan sejak 2022 melalui sejumlah kegiatan seperti FTBI, bimbingan teknis guru master, serta pengimbasan dan pengawasan bahasa daerah. “Untuk FTBI tahun 2025 ini yaitu aksara, komedi tunggal, pidato, mendongeng, nembang/basakeco, nembang dali, dan baca puisi,” ujarnya, Senin (27/10) siang.

Menurut Dwi, FTBI seharusnya diselenggarakan terlebih dahulu di tingkat kabupaten/kota sebelum melaju ke tingkat provinsi. Namun, beberapa daerah belum melaksanakan kegiatan secara lengkap. “Alhamdulillah tahun ini KLU dan Kabupaten Dompu mengirimkan perwakilan, karena tahun 2024 tidak mengirimkan peserta yang banyak. Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, kendala utama dalam upaya revitalisasi bahasa daerah di NTB adalah belum meratanya regulasi, kurikulum muatan lokal, serta ketersediaan guru dan bahan ajar. “Kendalanya juga ketersediaan guru mata pelajaran bahasa daerah, belum semua daerah memiliki bahan ajar bahasa daerah, dan dukungan anggaran dari semua pemda belum merata,” jelasnya.

Dwi menegaskan pentingnya regulasi sebagai dasar hukum penguatan pelestarian bahasa daerah. Saat ini, Kabupaten Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Dompu masih belum memiliki regulasi terkait hal tersebut. “Kami sangat mengharapkan semua 10 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi NTB memiliki regulasi terkait dengan pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa daerah,” harapnya.

- Advertisement -

Berita Populer