27.5 C
Mataram
Kamis, 8 Januari 2026
BerandaMataramMasalah Limbah Cidomo, Pemkot Mataram Terkendala Lokasi Penampungan

Masalah Limbah Cidomo, Pemkot Mataram Terkendala Lokasi Penampungan

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Perhubungan masih menghadapi kendala dalam penanganan limbah kotoran kuda dari moda transportasi tradisional cidomo. Meski kantong penampung kotoran telah dibagikan kepada para kusir, hingga kini belum tersedia lokasi pembuangan atau penampungan sementara.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pembagian kantong kotoran kuda sudah dilakukan secara merata. Namun pengelolaan limbah di lapangan belum optimal karena tidak adanya tempat penampungan. “Kita koordinasi sama LH untuk buat biogas dan siapa yang mau angkut. Kalau kawan Dishub bukan disana teknisnya. Dia bingung buang kesana,” katanya, Senin (5/1/2026) pagi.

Dishub Kota Mataram mengharapkan setiap cidomo yang keluar dari area pasar dalam kondisi kantong kotoran kosong atau bersih. Namun para kusir mengaku kesulitan memenuhi ketentuan tersebut karena tidak ada lokasi pembuangan yang representatif di sekitar pasar. “Kemarin kita usulkan pengangkutan itu dan dimanfaatkan sebagai apa. Itu pembicaraan kita dengan LH. Kita sudah bagikan kantong kotoran kuda,” katanya.

Zulkarwin menyebutkan, salah satu solusi jangka panjang yang direncanakan adalah pengolahan limbah kotoran kuda menjadi biogas. Rencana tersebut hingga kini masih dalam tahap pembahasan teknis dan perencanaan.

“Kita maunya buat biogas, tapi memang belum terlaksana. Masih perlu koordinasi lebih lanjut mengenai siapa yang akan mengangkut dan di mana lokasi pemanfaatannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah cidomo yang beroperasi di Kota Mataram belum diketahui secara pasti karena sebagian besar berasal dari wilayah Lombok Barat. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan lintas wilayah dalam penanganannya. “Program ini memerlukan perencanaan siapa yang mengakut dan dibuang serta dimanfaatkan oleh siapa. Tempatnya itu dimana kita tampung,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer