25.5 C
Mataram
Selasa, 13 Januari 2026
BerandaMataramMasih Tahap Uji Coba, Tidak Semua SD Negeri di Mataram Terapkan Full...

Masih Tahap Uji Coba, Tidak Semua SD Negeri di Mataram Terapkan Full Day School

Mataram (Inside Lombok) – Kebijakan Full Day School di Kota Mataram masih diuji coba. Selama uji coba tidak semua sekolah mulai menerapkannya khusus di tingkat sekolah dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan untuk tingkat SMP hampir semua menerapkan Full Day School. Sedangkan untuk sekolah dasar hanya beberapa sekolah saja yang melakukan uji coba. “SMP semua 24 sekolah. Kalau SD tidak semua kan yang menerapkan kebijakan ini,” katanya Senin (12/1/2026).

Ia mengatakan, uji coba kebijakan baru ini akan dilaksanakan sekitar dua minggu. Setelah diuji coba tahap pertama, maka akan dievaluasi dan mendengar masukan semua pihak. Setelah itu, akan ada uji coba tahap kedua sehingga kebijakan tersebut baru benar-benar diterapkan.

“Setelah ini kita akan menunggu kebijakan Wali Kota Mataram dulu. Namun Full Day School akan diterapkan tahun ajaran baru itu nanti. Kita akan berlakukan serentak semua sekolah menerapkan Full Day School,” katanya.

Diterangkan Yusuf, kegiatan Full Day School ini tidak semata-mata tentang akademik siswa. Melainkan akan dimasukkan materi -materi lain baik ekstrakurikuler hingga pembinaan mental spiritual peserta didik. “ekstra, intra dan kokurikuler itu menjadi satu nanti di situ. Manfaatkan pendidikan full selama sehari di sekolah,” katanya.

Sementara itu, orang tua wali di SDN 5 Mataram, Mala menyambut baik kebijakan Full Day School. Pasalnya, dengan adanya kebijakan tersebut secara langsung mengurangi anak-anak bermain smartphone di rumah. Tidak itu saja, dampak dari kebijakan tersebut menurut Mala adalah jam makan anaknya yang mulai teratur

“Senang karena bisa kurang bermain Hp di rumah. Jam sholat juga. Jadi harapannya kegiatan ini bisa menumbuhkan karakter anak yang lebih disiplin dan jujur. karena kegiatan FDS dipadatkan juga untuk peningkatan bakat minat anak-anak, dan spiritual anak,” katanya.

Peserta didik di SDN 5 Mataram juga diajak oleh sekolah untuk shalat berjamaah di Islamic Center (IC). “Kalau kelas 3-6 sholat berjamaah-ceramah dan ngaji pas jam istirahat. Kalau tidak cukup di mushola, anak-anak di bawa ke IC,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer