24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramMasyarakat Tingkatkan Gaya Hidup Sehat, Pedagang Menu Kukusan di Mataram Mulai Menjamur

Masyarakat Tingkatkan Gaya Hidup Sehat, Pedagang Menu Kukusan di Mataram Mulai Menjamur

Mataram (Inside Lombok) – Penjualan menu kukusan di Kota Mataram semakin banyak dijumpai, baik melalui gerai langsung maupun layanan pemesanan online. Tren ini muncul karena masyarakat mulai beralih pada pilihan makanan yang dianggap lebih sehat dan praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.

Salah seorang pedagang makanan sehat, Nira Aulia, mengatakan usahanya berawal dari kebiasaan menyediakan menu sarapan rebusan untuk konsumsi pribadi. Ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi usaha sejak September lalu.

“Terus ibu saya suka siapin rebus-rebusan juga tiap pagi. Jadi pada dasarnya memang sudah anyaman sekali dengan kebiasaan sarapan sehat ini, terus suami saya waktu itu berpikir kenapa kita tidak jualan sarapan sehat,” katanya Senin (17/11).

Menu yang disediakan antara lain kedelai, jagung, ubi, kacang tanah, labu, pisang, dan beberapa jenis olahan kukusan lainnya. “Awal cuma jualan kukusan aja, ternyata peminatnya banyak terus bertahap nambah menu-menu lainnya,” ujarnya.

Ia menilai meningkatnya pedagang menu kukusan sejalan dengan kesadaran masyarakat untuk mengubah pola makan. “Sangat membantu orang-orang untuk mulai hidup sehat, apalagi praktis tidak perlu repot-repot untuk siapin sendiri,” katanya.

Nira menjelaskan usaha tersebut tidak membutuhkan modal besar karena penjualan dilakukan secara online sesuai pesanan. “Karena saya jualannya online modalnya lebih terjangkau. Tergantung orderan. Tapi rata-rata sih Rp200 ribu per hari,” ujarnya. Harga menu kukusan dihargai mulai Rp10 per cup, sementara permintaan konsumen membuat ia menambah variasi seperti salad sayur dan jus buah.

Namun, ia menyebut harga bahan baku tertentu meningkat sehingga mempengaruhi biaya produksi. “Tapi memang tricky juga jualan real food ini terutama yang salad dan cold pressed juice, sekarang harga sayuran melonjak tinggi, kalau kata orang-orang di pasar sih karena MBG jadi sayuran lagi naik harganya,” keluhnya.

Usaha makanan sehat tersebut diperkirakan terus berkembang seiring tingginya minat masyarakat terhadap pilihan menu yang lebih sederhana dan bergizi.

- Advertisement -

Berita Populer