Mataram (Inside Lombok) – Kota Mataram menempati posisi kedua sebagai kota paling maju di luar pulau Jawa. Prestasi ini berdasarkan Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 yang dirilis baru-baru ini.
Walikota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan peringkat ini menjadi motivasi pemerintah kota mataram agar menjadi lebih baik. Selain itu, peringkat tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan yang dilakukan di Kota Mataram sudah sesuai. “Itu menjadi motivasi kami pemerintah daerah untuk terus memberikan kerja-kerja yang positif untuk masyarakat,” katanya Senin (19/5) siang.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penilaian yang sudah dilakukan oleh tim. Karena peringkat tersebut juga diketahui melalui media sosial yang tersebar. Kendati, Mohan menyebut tolak ukur untuk memberikan penilaian tersebut pastilah cukup kompleks.
“Itu cukup kompleks sampai bisa menilai suatu daerah itu memiliki kategori maju atau tidak. Itu pasti banyak aspek lah. Kami tidak tahu dan kami tahu itu dari media dan saya mendapatkan informasi itu,” katanya.
Pencapaian itu menjadi penguat dan sekaligus memberikan pesan secara politik bahwa Kota Mataram sudah bekerja. Selain itu, program-program yang sudah dilaksanakan juga sudah tepat sasaran. “Tapi itu banyak hal yang harus kita tambal dan sulam lagi yang berkaitan dengan Kota Mataram,” ujar Mohan.
Dinamika Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB disebut cukup kompleks. Dengan kondisi tersebut, pemda berupaya untuk menyelesaikan persoalan kota secara bertahap. “Saya sampaikan kepada semua OPD apa yang sudah kita lakukan ini,” katanya.
Kondisi keamanan daerah dinilai juga menjadi salah satu penilaian oleh tim. Karena keamanan menjadi variabel yang penting untuk menentukan suatu daerah tersebut sudah bisa dikatakan maju atau tidak.
“Tolak ukurannya berkaitan dengan kondusifitas daerah. Karena itu menjadi suatu yang penting kota bisa bergerak dan ekonomi bergerak maju, ketika situasi keamanan, ketertiban sudah terpelihara dengan baik,” tutupnya. (azm)

