25.5 C
Mataram
Rabu, 28 Januari 2026
BerandaMataramMinim Siswa, SDN 36 Ampenan di Mataram Akan Ditutup

Minim Siswa, SDN 36 Ampenan di Mataram Akan Ditutup

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan Kota Mataram berencana menutup salah satu sekolah dasar negeri akibat minimnya jumlah siswa. Sekolah yang akan ditutup tersebut adalah SDN 36 Ampenan, dengan kebijakan penutupan direncanakan mulai berlaku pada tahun ajaran baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan SDN 36 Ampenan hanya memiliki 30 siswa yang tersebar di enam rombongan belajar. “Ada sekolah yang akan ditutup mungkin itu SDN 36 Ampenan karena jumlah siswa yang sangat sedikit,” katanya, Selasa (27/1/2026).

Ia merinci jumlah siswa di setiap kelas, yakni Kelas I tiga siswa, Kelas II empat siswa, Kelas III empat siswa, Kelas IV empat siswa, Kelas V satu siswa, dan Kelas VI sebanyak 14 siswa. Kondisi tersebut dinilai tidak efektif untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut Yusuf, bangunan sekolah nantinya akan dikembalikan ke pemerintah daerah untuk dimanfaatkan kembali. Sementara itu, para siswa akan dipindahkan ke sekolah terdekat, salah satunya ke SDN 20 Ampenan. “Untuk guru kita kan kekurangan guru nanti kita distribusikan ke sekolah yang kekurangan guru. Siswanya kita akan gabung ke SDN 20 Ampenan rencananya,” ujarnya.

Selain penutupan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Mataram juga merencanakan penggabungan sejumlah sekolah dengan jumlah siswa yang minim. Di antaranya SDN 41 Cakranegara yang akan digabung dengan SDN 10 Cakranegara, serta SDN 19 Mataram dengan SDN 15 Mataram, dan SDN 11 Ampenan dengan SDN 14 Ampenan. “Empat sekolah ini nanti jadi dua,” kata Yusuf.

Ia menyebut kebijakan penggabungan sekolah masih menunggu penyempurnaan Peraturan Wali Kota (Perwal) dan akan diberlakukan pada tahun ajaran baru. “Sudah keluar, tapi ada yang diperbaiki. Karena diberlakukan sesuai dengan peraturan takutnya nama sekolah tidak diakui oleh Dapodik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 36 Ampenan, Zulkarnain S.Pd, menyatakan pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya keputusan penutupan kepada pemerintah daerah. “Kalau kita terima tergantung pemerintah. Kita ikuti aturan,” ujarnya.

- Advertisement -

Berita Populer