Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Inggris menjajaki kerja sama pengembangan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah yang masih belum tercukupi. Pertemuan antara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan perwakilan Pemerintah Inggris digelar di Mataram, Kamis (13/11), guna membahas peluang kolaborasi dalam sektor energi bersih.
Iqbal menyebut pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu fokus pembangunan di NTB. Potensi sumber energi seperti sinar matahari, aliran sungai, dan bendungan yang telah dibangun dinilai dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kita menyampaikan beberapa visi kita mengenai pembangunan energi terbarukan dan berkelanjutan, termasuk pertemuan dengan tiga gubernur di Bali,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan membuka peluang investasi baru di bidang energi terbarukan. Iqbal menegaskan, pelaksanaan proyek di NTB harus melibatkan masyarakat lokal agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Ia juga menyinggung sejumlah proyek yang telah dikembangkan Inggris di NTB, seperti mikrohidro di Bendungan Pandan Dure, Lombok Timur, serta pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan rumput laut.
“Dengan adanya beberapa proyek yang sudah dijalankan ini, Kedutaan Inggris ingin meningkatkan lagi, namun sejalan dengan visi dari pemerintah daerah. Mereka tidak ingin membuat proyek yang tidak sejalan dengan pemerintah provinsi,” tegasnya.
Direktur Pembangunan Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (FCDO), Will Hines, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. “Inisiatif-inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi emisi tetapi juga, seperti yang kita diskusikan pagi ini, menciptakan lapangan kerja, memperkuat masyarakat, dan mendorong investasi hijau,” katanya.
Hines menambahkan, pembahasan dalam pertemuan itu juga mencakup Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon atau Low Carbon Development Initiative (LCDI), sebagai langkah nyata menuju target Net Zero.
“Saat ini para pemimpin dunia berkumpul di COP30 di Brasil, dan pekerjaan kita di sini menunjukkan bahwa kerja sama internasional yang modern dapat bersifat praktis sekaligus transformatif, menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, planet ini, dan kesejahteraan bersama,” tutupnya.

