Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistika (Diskominfotik) meluncurkan portal terintegrasi NTB DIGIHub di Mataram, Senin (8/12/2025). Platform ini menjadi pintu layanan digital satu akses yang menghimpun berbagai layanan publik dan layanan perangkat daerah dalam satu sistem untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan pelayanan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan pembangunan platform digital terintegrasi membutuhkan perencanaan matang agar sejalan dengan kebutuhan layanan pemerintah.
“Menyusun konsep yang komprehensif dan holistik ini barang susah dan untuk menyusun konsep yang bagus kita harus paham bisnis proses apa yang mau kita kerjakan,” ujarnya. Ia menilai banyak aplikasi daerah tidak berfungsi maksimal karena dibuat tanpa perencanaan yang jelas.
Kepala Diskominfotik NTB, Yusron Hadi, menjelaskan NTB DIGIHub mengintegrasikan sejumlah layanan seperti Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB), informasi ketersediaan bed dan dokter di RSUP, RSJ, dan RS Mata, layanan skrining kesehatan jiwa, informasi kebencanaan, informasi lowongan kerja, kalender event, informasi pajak kendaraan bermotor, harga pangan harian, hingga NTB Satu Data.
“Seluruh proses digital yang dilaksanakan oleh Pemprov NTB baik dalam hubungan kerja sama antar OPD, bagaimana OPD kita memberikan layanan,” katanya.
Saat ini, terdapat sekitar 60 layanan publik digital di berbagai OPD, dan 30 di antaranya telah masuk ke dalam portal NTB DIGIHub. Yusron menargetkan jumlah tersebut bertambah pada 2026 termasuk layanan pendidikan dan kesehatan dari kabupaten/kota. Ia mengakui sejumlah aplikasi sebelumnya tidak berjalan optimal akibat lemahnya manajemen pengelolaan data.
“Lemah manajerialnya. Jadi aplikasi yang tidak implementatif lagi. Sudah sulit digunakan. Kita tidak ingin seperti itu,” ujarnya.
Diskominfotik menyiapkan tim khusus untuk memastikan NTB DIGIHub tetap diperbarui dan dapat digunakan secara maksimal. Yusron menyebut langkah ini sebagai upaya menyesuaikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan berbasis digital. “Memastikan portal ini akan tetap update dan bisa digunakan oleh masyarakat luas,” tutupnya.

