26.5 C
Mataram
Senin, 16 Maret 2026
BerandaMataramOgoh-Ogoh Tahun Ini Berkurang Drastis, Pemuda Hindu Lombok Ingatkan Peserta Jaga Toleransi...

Ogoh-Ogoh Tahun Ini Berkurang Drastis, Pemuda Hindu Lombok Ingatkan Peserta Jaga Toleransi saat Ramadan

Mataram (Inside Lombok) – Aliansi Pemuda Hindu Lombok mengimbau para pemuda Hindu yang tergabung dalam Seka Teruna Teruni agar tetap menjunjung tinggi sikap toleransi dan menjaga situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan Parade Budaya Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1948.

Parade ogoh-ogoh sendiri merupakan tradisi budaya umat Hindu yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat, terutama karena tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan yang tengah dijalankan umat Muslim.

Ketua Panitia Parade Ogoh-Ogoh, Made Krisna Yuda Prasetya, mengungkapkan bahwa jumlah peserta parade tahun ini mencapai 105 kelompok. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 182 peserta.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban, menghormati masyarakat sekitar, serta menjadikan parade ogoh-ogoh sebagai kegiatan budaya yang membawa pesan persaudaraan, kedamaian, dan toleransi,” ujarnya, (16/3).

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita, menilai pertemuan dua momentum besar keagamaan, yakni Nyepi dan Ramadan, seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Momentum ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Kami mengajak seluruh umat Hindu di NTB, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, mengedepankan sikap toleransi, serta menghormati saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Aliansi Pemuda Hindu Lombok berharap seluruh rangkaian perayaan Nyepi, khususnya parade budaya ogoh-ogoh, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi simbol persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di NTB. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer