25.5 C
Mataram
Jumat, 9 Januari 2026
BerandaMataramPantau Proyek Kantor Wali Kota, Komisi III DPRD Mataram Soroti Genangan Air

Pantau Proyek Kantor Wali Kota, Komisi III DPRD Mataram Soroti Genangan Air

Mataram (Inside Lombok) – Komisi III DPRD Kota Mataram meninjau progres pembangunan Kantor Wali Kota Mataram di Kelurahan Jempong. Dalam kunjungan tersebut, dewan memberikan catatan terkait potensi genangan air karena kawasan bagian selatan lokasi pembangunan dinilai rawan banjir.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk mengawasi langsung progres pembangunan tahap pertama Kantor Wali Kota yang diberi nama Bale Mentaram. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan penggunaan anggaran dan realisasi fisik bangunan berjalan sesuai rencana.

“Untuk memastikan dan realisasi pembangunan awal kantor wali kota dan kita mengecek hasil pengerjaan yang pertama. Catatan perbaikan-perbaikan kecil seperti genangan,” katanya, Kamis (8/1/2026).

Ia menyebutkan, hasil pengawasan secara umum dinilai sesuai, meskipun terdapat perbedaan antara realisasi pembangunan dengan master plan awal. Salah satu yang disoroti adalah berkurangnya unsur kearifan lokal, seperti simbol Lumbung Mataram, yang sebelumnya direncanakan tampil pada fasad gedung.

“Masalah ini sudah kami pertanyakan kepada Kadis PUPR ketika sidang pertama, perubahan dari master plan yang pertama dengan realisasi saat ini itu berbeda jauh. Di tahap pertama itu memang kelihatan ada kearifan lokal di situ,” jelasnya.

Komisi III mendorong agar unsur kearifan lokal tetap diakomodasi pada tahap lanjutan pembangunan, terutama pada area gerbang atau bagian depan gedung. “Harapannya tentunya ada nanti pekerjaan tahap lanjutan di mungkin di gerbang masuk kah atau di areal depan, itu dimasukkan kearifan lokal seperti lumbung dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti potensi kemacetan di Jalan Gajah Mada yang merupakan jalur padat aktivitas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan pengaturan akses masuk kawasan kantor wali kota. “Menurut Bu Kadis tadi, gerbang masuk di depan gedung Wali Kota ini hanya untuk pihak-pihak tertentu. Jadi untuk pegawai dan lainnya masuk melalui Dokter Sujono yang di sebelah perpustakaan,” urainya.

Ia juga menegaskan pentingnya penanganan drainase mengingat lokasi pembangunan merupakan daerah resapan air. “Tentunya ini menjadi atensi bagi Pemkot juga agar ketika sudah operasional nantinya tidak ada masalah,” tegas Abd Rachman.

- Advertisement -

Berita Populer