25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramPara Peserta Didik Siap Ramaikan Gerakan Tanam Cabai di Mataram

Para Peserta Didik Siap Ramaikan Gerakan Tanam Cabai di Mataram

Mataram (Inside Lombok) – Persiapan pencanangan gerakan tanam cabai sudah siap. Bibit-bibit cabai yang akan ditanam sudah dipersiapkan jauh sebelumnya. Apalagi peserta didik diajarkan cara menyemai hingga siap untuk ditanam.

Ketua TP. PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Roliskana mengatakan peserta didik mulai tingkat TK hingga SMP sudah diajarkan cara menyemai. Praktik ini menjadi bagian dari implementasi mata Pelajaran P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Mereka itu sudah mulai praktikum. Bagaimana bibit cabai itu mereka tanam, kemudian tumbuh hingga menjadi benih siap tanam. Jadi di itu sudah siap di tanam tapi tetap kami canangkan di tanggal 16 Juni pekan depan,” katanya, Jumat (13/6) pagi.

Ia mengatakan, keterlibatan dalam gerakan tanam cabai ini untuk memberikan pemahaman bahwa apa yang dilakukan bagian dari cara memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, meski tinggal di wilayah perkotaan masih tetap bisa bercocok tanaman khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Ada semangat mereka untuk urban farming. Jadi dengan lahan perkotaan kita, bisa menanam dan ini bentuk ketahanan pangan,” katanya.

Kedepan sambung Hj. Kikin sapaan akrabnya, tidak hanya cabai melainkan kebutuhan lainnya bisa ditanaman di pekarangan. Misalnya aneka sayuran dan bahkan budidaya ikan menggunakan wadah juga bisa dilakukan.

“Cabai hanya sebagai simbol saja. Ada juga sayuran, bisa pelihara ikan dengan wadah sederhana. Jadi semangat bahwa mereka bisa mengelola ketahanan pangan ini dari halaman sendiri,” katanya.

Sementara di lingkungan masyarakat, dijelaskannya sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan untuk meningkatkan semangat masyarakat memanfaatkan pekarangan, TP. PKK mengadakan lomba bagi masyarakat.

“Lomba pemanfaatan pekarangan dari KWT yang sudah terbentuk. Ini sudah memicu masyarakat untuk melakukan urban farming tersebut. Manfaatkan lahan pekarangan walaupun sejengkal,” katanya.

Pembentukan KWT ini sudah hampir merata di 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram. Bahkan hasil dari salah satu KWT, berhasil membantu pengentasan risiko stunting di Mataram. “Hasil dari KWT itu yang diolah untuk menjadi makanan tambahan untuk anak-anak stunting di sekitarnya,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer