Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengkaji kebijakan agar para pejabat menggunakan sepeda saat berangkat kerja sebagai bagian dari langkah efisiensi selama penerapan work from home (WFH) dari pemerintah pusat. Kebijakan tersebut masih menunggu regulasi resmi sebelum diberlakukan.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan penggunaan sepeda direncanakan untuk pejabat eselon II, III, dan IV dengan mempertimbangkan jarak rumah ke kantor yang relatif dekat. “Ada kebijakan pak wali di daerah karena kita masih dekat kita minta pejabat bersepeda dari rumah,” kata Alwan, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mendorong pegawai berolahraga, serta mengurangi kemacetan. “Pagi-pagi bersepeda ke kantor dan sore pulang. Penggunaan sepeda ini juga mengurangi kemacetan,” katanya.
Ia menjelaskan jika terdapat kegiatan yang mengharuskan menggunakan kendaraan dinas, maka ASN akan menggunakan satu kendaraan berkapasitas besar secara bersama-sama. “Kita nanti titik kumpul di sekretariat dan sama-sama kita pergi dengan satu kendaraan,” katanya.
Pemkot Mataram juga telah mengurangi anggaran BBM hingga 50 persen pada tahun 2026. Kebijakan penggunaan sepeda disebut sudah hampir final dan hanya berlaku bagi ASN lingkup Pemkot Mataram, khususnya pejabat. Pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi WFH dari pemerintah pusat sebelum aturan tersebut diterapkan.

