Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap dua hingga 25 April 2025. Sebelumnya, masa pelunasan tahap kedua berakhir pada 17 April pekan lalu.
“Ada perpanjangan sampai tanggal 25 April dan itu kebijakan pemerintah pusat,” kata Kepala Seksi pelaksanaan haji dan umrah Kementerian agama (Kemenag) Kota Mataram, Kasmi Senin (21/4) pagi.
Ia mengatakan jumlah jamaah calon haji yang sudah melunasi BIPIH hingga 21 April awal pekan ini yaitu sebanyak 751 orang. Dari jumlah tersebut juga termasuk dari jamaah cadangan. “Disana ada yang cadangan juga sudah melunasi,” katanya.
Setiap pemberangkatan jamaah calon haji, ada jamaah cadangan yang disiapkan. Para jamaah cadangan ini juga diperbolehkan melakukan pelunasan sebagai jamaah regular. Hal ini sebagai antisipasi ketika ada jamaah reguler yang tidak bisa melunasi karena berbagai alasan, atau ada tambahan kuota dari pemerintah secara nasional.
Berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, pelunasan tahap kedua diperpanjang mulai hari ini Senin (21/4-2025) kembali sampai tanggal 25 April 2025. “Perpanjangan waktu pelunasan BIPIH dihajatkan bagi jamaah yang tidak bisa melunasi karena gagal sistem dan menunggu surat keterangan istihaah,” katanya.
Sementara menyinggung tentang kuota tambahan, Kasmi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi tambahan kuota untuk jamaah calon haji reguler. Artinya, kuota jamaah calon haji di Kota Mataram masih sama yaitu 733 orang. “Tidak ada kuota tambahan. Belum ada informasinya ini,” tegasnya.
Akan tetapi, ada tambahan kuota untuk petugas medis yakni perawat yang tadinya per satu kelompok terbang (kloter) hanya satu dokter dan satu perawat, kini menjadi satu dokter dan dua perawat.
Tambahan itu diberikan dengan pertimbangan untuk kenyamanan jamaah, sebab jika perawatnya hanya satu misalnya perawat laki-laki, sementara jamaah yang akan ditangani adalah jamaah laki dan perempuan.
“Kadang ada jamaah perempuan kurang nyaman ditangani perawat laki-laki. Begitu juga sebaliknya, karena itulah pemerintah memberikan tambahan kuota untuk perawat agar ada laki-laki dan perempuan,” katanya menambahkan. (azm)

