27.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaMataramPembuangan ke Kebon Kongok Dibatasi, TPST Sandubaya Diklaim Tetap Beroperasi Normal

Pembuangan ke Kebon Kongok Dibatasi, TPST Sandubaya Diklaim Tetap Beroperasi Normal

Mataram (Inside Lombok) – TPST Sandubaya disebut tetap dioperasikan selama pembatasan pembuangan sampah ke TPA Regional Kebon Kongok Lombok Barat. Namun, pengolahan sampah di TPST ini belum maksimal karena kapasitasnya masih rendah jika dibandingkan dengan produksi sampah di Kota Mataram.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Vidi Partisan Yuris Gamanjaya mengatakan selama ini produksi sampah di Kota Mataram ditumpuk dan tidak banyak yang diolah. Karena kapasitas pengolahan sampah yang masih rendah yaitu sebanyak 40 ton per hari. Sedangkan jumlah produksi sampah di Kota Mataram yaitu mencapai 200 ton lebih. “Kita tidak boleh memaksain pengolahan. Karena kapasitasnya itu 40 ton jadi kita olah 40 ton,” katanya, Selasa (3/6) pagi.

Ia mengatakan, untuk memaksimalkan pengolahan,DLH Kota Mataram sudah mencoba untuk meningkatkan volum sampah. Peningkatan yang dilakukan mencapai 10 ton. Namun, tindakan tersebut mendapat teguran karena jumlah pengolahan yang tidak sesuai dengan kapasitas mesinya. “Saya coba tingkatkan 10 ton, di marah sama Kementerian,” katanya.

Diterangkannya, kapasitas mesin yang diberikan pemerintah pusat yaitu sebesar 40 ton dalam sehari. Jika kapasitasnya dinaikkan, maka berpotensi terhadap kerusakan mesin pengolahan. “Kalau dinaikkan kapasitasnya kan nanti mesinnya cepat rusak. Nanti kita dikira tidak bertanggung jawab. Kita tidak bisa memaksakan,” tegasnya.

Selama ini sampah yang diolah di TPST Sandubaya bersumber dari kendaraan roda tiga yang ada di Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara. “Masih normal operasional TPST Sandubaya. Kalau dengan 40 ton per hari dengan produksi sampah ya masih jauh,” ungkap Vidi.

Beberapa produk olahan sampah di TPST Sandubaya yaitu paving blok dan juga pakan maggot. “Masih. Makin banyak dan kita sudah pakai semua hasil paving block. Kita punya itu dan masih banyak sisanya hasil produksi,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer