26.5 C
Mataram
Kamis, 5 Maret 2026
BerandaMataramPemkot Mataram Siapkan Anggaran untuk Program Tempah Dedoro

Pemkot Mataram Siapkan Anggaran untuk Program Tempah Dedoro

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan anggaran untuk memperluas penerapan program Tempah Dedoro sebagai upaya mereduksi sampah organik langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga. Program ini menggabungkan fungsi pengolahan sampah organik dengan estetika ruang publik dan dinilai efektif menekan volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan penerapan Tempah Dedoro di Lingkungan Marong Karang Tatah, Kecamatan Selaparang, mampu mengurangi hingga 50 persen sampah yang dibuang ke TPS. “Salah satu program alternatif untuk mereduksi sampah yang ada di lingkungan,” katanya usai berkunjung ke lokasi tersebut, Selasa (13/1/2026).

Mohan menjelaskan, rata-rata produksi sampah di lingkungan tersebut sebelumnya mencapai sekitar 200 kilogram per hari. Setelah beberapa bulan penerapan Tempah Dedoro, volume sampah berhasil ditekan hingga setengahnya.

“Itu sangat signifikan hanya untuk satu lingkungan saja. Karena efektivitasnya nyata, saya memutuskan agar program ini diperluas ke seluruh Kota Mataram,” tegasnya.

Pada tahap awal, program ini akan diterapkan di 50 lingkungan, dengan skema satu kelurahan satu lingkungan. Ia menegaskan pemerintah kota telah menyiapkan dukungan anggaran karena biaya pembuatan satu unit Tempah Dedoro dinilai relatif terjangkau.

“Angka yang cukup efisien bagi daerah. Untuk satu unit Tempah Dedoro yang dilengkapi dengan bangku duduk estetik, estimasi biaya yang dibutuhkan sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta,” ujarnya.

Mohan juga telah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menyiapkan skema penganggaran agar program tersebut segera terealisasi. Ke depan, setelah diterapkan di tingkat lingkungan, kebijakan serupa akan diarahkan ke sektor perkantoran, sekolah, kawasan pertokoan, hingga kompleks perumahan.

“Harapan kita, setelah program stimulus dari pemerintah ini berjalan, masyarakat secara mandiri bisa teredukasi untuk melakukan inisiasi serupa. Jika ini masif, Mataram benar-benar bisa lepas dari bayang-bayang darurat sampah,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer