Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana membangun green house tanaman hortikultura pada tahun 2026 sebagai upaya menekan inflasi daerah, terutama yang disumbang oleh komoditas cabai. Anggaran yang disiapkan untuk satu unit green house mencapai Rp500 juta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan pada Kamis (16/10) bahwa teknologi tersebut akan diadopsi dari konsep yang telah diterapkan di Kabupaten Lombok Timur. “Tahun 2026 kita bisa melakukan itu atau teknologi yang diterapkan di Lombok Timur,” ujarnya.
Menurut Alwan, lahan di Kota Mataram masih mencukupi untuk penerapan green house. Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain di Kelurahan Mandalika, Ampenan, Sayang-sayang, Selaparang, dan Kebon Talo. “Ada di Kelurahan Mandalika kita punya lahan sekitar 50 are. Di Selaparang juga ada, Kebon Talo juga dekat magot center dan itu bisa kita gunakan,” katanya.
Pemerintah juga akan memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola proyek tersebut. “Kalau sudah ada yang bisa konsen di bidang itu dan bisa melakukan itu, insya Allah Mataram bisa,” ujar Alwan.
Konsep yang diadaptasi dari Lombok Timur dinilai efektif karena mampu menekan inflasi dari sektor pangan. Dengan metode ini, hasil panen cabai bisa diprediksi dan diatur siklusnya. “Pada saat panen itu tiga bulan berikutnya satu kali panen diperhitungkan nanti. Ada di hitung-hitungannya,” katanya.
Rencana awal akan dimulai dengan satu lokasi percontohan. Jika berhasil, model green house ini akan dikembangkan di wilayah lain di Kota Mataram. “Bisa menekan kenaikan harga cabai,” tutup Alwan.

