26.5 C
Mataram
Rabu, 25 Februari 2026
BerandaMataramPemkot Mataram Terkendala Lahan untuk Tempat Sampah Kapasitas 300 Ton

Pemkot Mataram Terkendala Lahan untuk Tempat Sampah Kapasitas 300 Ton

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendapat tawaran pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) modern berkapasitas 300 ton dari pemerintah pusat pada 2026. Namun, program tersebut belum dapat dipastikan terealisasi karena Pemkot harus menyiapkan lahan seluas 1 hektare dan dana stimulan sebesar Rp27,5 miliar per tahun melalui mekanisme pembiayaan pinjaman luar negeri.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan persyaratan program tersebut cukup berat bagi kapasitas fiskal daerah. “Syaratnya juga tidak mudah. Karena harus mencari lahan dan untuk stimulant pembiayaannya cukup signifikan untuk kapasitas fiskal kiat di daerah,” katanya.

Meski demikian, ia menilai program tersebut strategis mengingat kondisi darurat sampah di Kota Mataram. Jika terealisasi, seluruh sampah di Kota Mataram dapat tertangani bahkan memungkinkan menerima kiriman sampah dari luar daerah. “Kita apresiasi tawaran itu. Soalnya kalau itu bisa terealisasi persoalan sampah kita tuntas sekali. Bahkan kita bisa disubsidi sampah dari luar daerah,” katanya.

Pada 2026, Pemkot Mataram juga merencanakan pembangunan TPST Kebon Talo dengan kapasitas 60 ton untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok, Lombok Barat. Fasilitas tersebut akan didukung insinerator. “Kapasitas 60 ton bisa mereduksi sampah yang akan dibuang ke TPA dan di backup oleh insinerator bisa,” katanya.

Mohan menyebut kendala utama saat ini adalah penyediaan lahan seluas 1 hektare. “Kalau untuk biaya stimulant ini bisa kita siasati tapi yang lahan ini jadi masalah,” katanya. Ia berharap tawaran tersebut dapat diambil alih Pemerintah Provinsi NTB dan ditempatkan di kabupaten yang berdekatan dengan Kota Mataram. “Ini bisa di prospek ya. Kita tunggu arahan dari pemerintah pusat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan program pembangunan TPST tersebut ditawarkan kepada 35 daerah di Indonesia, termasuk Kota Mataram. Jika direalisasikan, seluruh sampah yang dihasilkan di Kota Mataram sekitar 200 ton lebih per hari dapat diolah tanpa dibuang ke TPA Kebon Kongok.

“Kemungkinan masih ada. Cuma kita harus cari lahan dulu dan ini yang masih berat di Kota Mataram,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer