26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaMataramPemprov NTB Ganti Bahasa Asing di Ruang Publik dengan Bahasa Indonesia

Pemprov NTB Ganti Bahasa Asing di Ruang Publik dengan Bahasa Indonesia

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengganti penggunaan bahasa asing di ruang publik menjadi bahasa Indonesia. Langkah ini dilakukan menyusul sorotan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Komisi X DPR RI terkait maraknya penggunaan bahasa asing di berbagai fasilitas umum.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani mengatakan, penggunaan bahasa asing seperti “welcome to Lombok”, “no smoking”, dan “smoking room” akan diganti secara bertahap. “Misalnya kata welcome to Lombok ya selamat datang di Lombok. Untuk teknisnya apakah ada penambahan bahasa asing di bawahnya itu nanti secara teknis,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal menegaskan bahwa perubahan ini merupakan pekerjaan bersama antara Pemprov NTB dan Balai Bahasa Provinsi NTB. “Nanti kita bersama-sama. Buk Kepala Balai mendisain menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujarnya.

Namun, Faozal menambahkan bahwa penggantian tersebut tidak berarti menghapus sepenuhnya penggunaan bahasa Inggris, mengingat NTB, khususnya Pulau Lombok, merupakan destinasi wisata internasional. “Tidak mungkin juga kita menghilangkan bahasa Inggrisnya karena kita menjadi destinasi tentu harus aware terhadap itu,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, pada 17 Desember mendatang akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi. MoU ini menjadi dasar penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik NTB.

Komitmen tersebut juga akan diperluas ke tingkat kabupaten dan kota. “Kita akan bekerjasama dengan kabupaten dan kota. Bupati dan Wali Kota kita akan undang bersama-sama memastikan apa yang dilakukan pemprov juga dilakukan di kabupaten dan kota,” tegas Faozal.

- Advertisement -

Berita Populer