Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memastikan ketersediaan sapi di daerah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, populasi sapi di NTB mencapai 1,2 juta ekor, sehingga dinilai mencukupi meski terjadi peningkatan kebutuhan daging.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ahmad Riadi, mengatakan stok sapi di NTB dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadhan. Ia mengakui adanya potensi peningkatan konsumsi daging, namun persediaan dinilai masih mencukupi.
“Persediaan sapi di NTB ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada bulan Ramadhan ini,” katanya, Kamis (5/2/2026).
Riadi menyampaikan adanya perbedaan data populasi sapi antara pihaknya dan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data BPS, populasi sapi di NTB tercatat sekitar 700 ribu ekor, sedangkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat sebanyak 1,2 juta ekor. “Kalau BPS itu datanya 700 an. Kita punya datanya dan ini masalah metodologi. Tapi kan yang diakui sama undang-undang itu BPS. Kita ikut BPS,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah populasi sapi di NTB belum berdampak signifikan oleh pengiriman ternak ke luar daerah. Pasalnya, jumlah sapi yang dikirim keluar daerah dalam setahun hanya sekitar 52 ribu ekor. “Kan memang ada yang melahirkan juga setiap tahun. Karena adanya banyak juga yang betina. Kalau jantan saja sapi kita ya habis,” katanya.
Menurut Riadi, dengan komposisi sekitar 40 persen sapi betina dari total populasi, NTB masih memiliki sisa ternak yang mencukupi. Sementara terkait dengan merebaknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di beberapa daerah, ia memastikan kondisi tersebut tidak mempengaruhi stok sapi.
“Kita sudah antisipasi meski bukan di Bulan Ramadhan kita sudah lakukan antisipasi penyakit ini,” katanya.

