Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, terkait penanganan darurat jebolnya tanggul Sungai Tanggek di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.
Usai kunjungan Iqbal ke lokasi terdampak banjir pada Senin (6/10), Dinas PUPR NTB bersama Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) langsung melakukan langkah darurat berupa pemasangan geobag pada tanggul yang jebol. Selain itu, dilakukan pula perbaikan struktur tanggul serta normalisasi alur Sungai Tanggek yang mengalami pendangkalan akibat banjir bandang.
Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, yang turun langsung meninjau lokasi bersama Kepala Bappeda NTB pada Rabu (8/10), memastikan pekerjaan dilakukan sesuai arahan gubernur dan dengan standar keselamatan yang baik. Ia mengatakan, penanganan darurat tersebut dilakukan secara cepat agar dampaknya tidak meluas.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan penanganan tanggul dan normalisasi sungai ini berjalan cepat dan tepat. Langkah ini penting untuk melindungi lahan pertanian dan permukiman warga dari potensi banjir susulan,” ujarnya.
Menurut Sadimin, kerusakan tanggul Sungai Tanggek disebabkan oleh banjir bandang yang terjadi pertengahan September lalu akibat curah hujan dengan intensitas tinggi. Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 55 hektare lahan pertanian gagal panen dan sejumlah rumah warga terendam air.
“Selain memperbaiki tanggul yang rusak, kami juga melakukan pengerukan sedimen untuk memperlancar aliran sungai. Ini merupakan upaya antisipatif menghadapi musim hujan agar sawah-sawah warga di sepanjang bantaran Sungai Tanggek tidak kembali terendam,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya penanganan darurat ini akan dilanjutkan dengan perencanaan perbaikan permanen bersama BBWS NT I untuk memastikan kondisi tanggul lebih kuat dan tahan terhadap tekanan air di musim penghujan. Langkah cepat tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Batuyang dan sekitarnya, sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemprov NTB dalam memperkuat ketahanan infrastruktur pengendali banjir di wilayah rawan bencana. (gil)

