Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menegaskan tidak memiliki anggaran untuk membayar hosting fee pelaksanaan MotoGP 2025. Pemprov NTB hanya sanggup untuk mendukung dalam bentuk promosi event.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan tidak memiliki anggaran untuk membayar hosting fee. Pasalnya saat ini Pemda memiliki keterbatasan anggaran apalagi di tengah kebijakan efisiensi. Ia mengatakan, meskipun skema pembayaran yang ditawarkan yaitu secara gotong royong dengan ITDC, Pemda tidak memiliki anggaran.
“Hosting fee nggak ada gotong royong, mau sama siapa, nggak ada, duitnya daerah nggak ada untuk hosting fee,” katanya Rabu (20/8) siang.
Untuk menyukseskan pelaksanaan event motor paling bergengsi ini, Pemda hanya akan mendukung dalam bentuk promise. Sementara untuk pembayaran hosting fee, pemerintah tidak ada akan membayar pada pelaksanaan event MotoGP 2025 ini. “Nggak ada hosting fee di daerah, Pemda hanya dukung untuk promosinya untuk kegiatan eventnya,” tegasnya.
Dikatakan Faozal, Pemprov NTB akan mengalokasikan anggaran untuk promosi event bukan hosting fee. Karena hosting fee merupakan tanggung jawab ITDC. “Kita usahakan nanti dialokasikan di anggaran kita,” katanya. Bahkan Faozal menegaskan, belum ada bocoran untuk besaran hosting fee yang akan dibayar tahun ini.
Faozal mengatakan tidak ada yang berkomitmen terkait pembayaran hosting fee. Namun untuk pelaksanaan promosi dan mendukung event diakui akan dilakukan pemda. “Siapa yang mau gotong royong, nggak ada. kita tidak komit pada urusan hosting fee tapi urusan untuk support event iya,” katanya. Dukungan terhadap event yang bisa dilakukan pemda seperti penyiapan kendaraan para penonton seperti tahun-tahun sebelumnya. Opening ceremony atau hiburan. “Bisa jadi dalam aktivitas ada hiburan, opening ceremony, dukung transport berupa shuttle bus, itu yang kita support,” katanya.
Ia mengatakan, daerah saat ini memiliki keterbatasan dan tidak bisa bantu membayar hosting fee. “Duit kita untuk hosting fee nggak ada, kita belum sampai kesitu. Jadi nggak bisa dipaksain soal hosting fee,” katanya.

