Mataram (Inside Lombok) – Penanganan abrasi di Kota Mataram sudah diusulkan ke pemerintah pusat di empat lokasi. Usulan tersebut disambut positif dan sudah masuk ke data pemerintah pusat.
“Untuk proposal itu kita bawa melalui anggota DPR RI. Dari online kita dengan Bappenas itu sudah masuk catatan,” katanya. Jika sudah masuk ke dalam data base Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maka sudah ada tanggapan terkait usulan tersebut. “Kalau sudah ada masuk data itu berarti sudah ada tanggapan,” tegasnya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pengerjaannya. Karena yang terpenting saat ini sudah masuk dalam data base di Bappenas. Pengerjaannya nanti akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). “Yang jelas data kita sudah masuk,” katanya.
Empat lokasi yang diusulkan yaitu Pantai Bintaro, Pantai di Pondok Perasi, Pantai Mapak, dan Pantai Tanjung Karang. Keempat ini berdasarkan catatan Dinas PUPR Kota Mataram, masuk kategori mendesak untuk segera dibangun riprap. Alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk empat lokasi ini yaitu sebesar Rp145 miliar. “Yang jelas kita mengusulkan secara keseluruhan empat titik. Tapi kalau dari segi anggaran hanya dua titik dulu ya tidak apa-apa,” ujarnya.
Menurutnya, penentuan lokasi mana yang lebih dahulu dikerjakan akan ditentukan pemerintah pusat. Karena yang jelas, pemda Kota Mataram sudah menentukan desain penataan empat lokasi rawan abrasi tersebut. “Yang jelas kita sudah tentukan desainnya. Yang menentukan nanti mereka,” ungkapnya.
Disebut Lale, empat lokasi tersebut sangat mendesak untuk ditata. Karena setiap gelombang tinggi dikhawatirkan menghantam rumah warga. “Semua urgent sih sebenarnya. Dari empat titik itu semua urgent,” kata Lale.
Empat lokasi yang diusulkan memiliki panjang yang berbeda-beda. Sehingga nantinya kebutuhan anggaran juga berbeda. “Ada yang 200 meter, ada yang 100. Nanti itu Rp145 miliar dibagi empat itu tidak tapi disesuaikan dengan panjang,” ungkapnya.
Usulan penanganan abrasi ini sudah terlalu sering diajukan. Bahkan setiap tahun selalu disesuaikan dengan harga satuan. “Mudah-mudahan yang sekarang. Walaupun melalui online kita diperhatikan. Itu juga sedikit pertanda baik,” tutupnya. (azm)

