24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramPengadaan Cadangan Beras Kota Mataram Tahun 2026 Turun Jadi 5 Ton

Pengadaan Cadangan Beras Kota Mataram Tahun 2026 Turun Jadi 5 Ton

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram hanya menganggarkan pengadaan 5 ton beras untuk cadangan pangan tahun anggaran 2026, jauh menurun dibandingkan 20 ton pada 2025. Kebijakan ini diambil seiring terbatasnya alokasi anggaran dan masih tersedianya stok cadangan beras tahun berjalan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, mengatakan anggaran tahun 2026 hanya mencukupi pembelian 5 ton beras. Ia menyebut anggaran pengadaan tahun sebelumnya mencapai Rp275 juta untuk 20 ton beras, sementara tahun 2026 hanya Rp59 juta untuk sekitar 5 ton dan dilakukan tanpa tender. “Ya hanya 5 ton kita anggarkan untuk tahun depan,” katanya.

Sudirman menjelaskan penambahan stok untuk tahun 2026 baru akan dilakukan pada triwulan kedua, sekitar Mei, karena stok cadangan tahun ini masih tersedia dan belum tersalurkan. “Kan yang tahun ini belum tersalurkan,” ucapnya. Stok tersebut disiapkan untuk kebutuhan darurat awal tahun, termasuk menghadapi potensi bencana.

Selain untuk penanganan kebencanaan, cadangan beras juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian harga pasar dan inflasi. Sudirman mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan dinas terkait jika terjadi gejolak harga, terutama menjelang hari besar atau pergantian tahun.

“Kalau umpama kepala daerah menganggap bahwa stok yang kami ini bisa membantu masyarakat, terutama dalam pengendalian inflasi dan tahun baru sekarang. Bisa saja,” tandasnya.

Hingga akhir November, stok cadangan beras tahun 2025 sebanyak 20 ton masih utuh di gudang dan belum digunakan. Stok ini dapat dimanfaatkan hingga Januari atau Februari 2026 karena bersifat darurat dan penggunaannya menyesuaikan kondisi cuaca, kebencanaan, serta kebutuhan mendesak.

Menurut prakiraan BMKG, intensitas hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada Januari–Februari 2026 sehingga cadangan tersebut disiapkan untuk distribusi pada periode tersebut. Sudirman memastikan kualitas cadangan beras tetap terjaga dan masa penggunaan maksimal enam bulan.

- Advertisement -

Berita Populer