31.5 C
Mataram
Kamis, 12 Maret 2026
BerandaMataramPengawasan Program MBG di Mataram Diperketat, BGN Wajibkan Transparansi Menu

Pengawasan Program MBG di Mataram Diperketat, BGN Wajibkan Transparansi Menu

Mataram (Inside Lombok) – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram yang baru, Isnan Purnama, memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan transparansi menu kepada publik serta memperingatkan mitra pelaksana agar tidak menyalahgunakan anggaran.

Langkah ini disampaikan dalam pertemuan konsolidasi BGN Kota Mataram bersama seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Mataram pada Rabu (11/3/2026), menyusul penutupan sejumlah dapur MBG yang melanggar petunjuk teknis pelaksanaan program.

Dalam pertemuan tersebut, Isnan menegaskan kewajiban setiap Kepala SPPG untuk mempublikasikan menu makanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengawasan publik terhadap pelaksanaan program MBG.

“Kepala SPPG wajib mempublikasikan menunya di sosial media dan kepada penerima manfaat. Ini untuk memastikan masyarakat bisa ikut mengawasi,” tegas Isnan, Rabu 11/3/2026.

Selain transparansi, ia juga menekankan pentingnya pemenuhan standar kualitas dalam setiap tahapan operasional dapur MBG. Menurutnya, seluruh mitra wajib memahami dan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) program, termasuk penerapan standar keamanan pangan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).

“Mitra harus paham betul SOP MBG karena kita menerapkan standar HACCP untuk keamanan pangan. Prinsip HACCP itu menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke dapur, mulai dari penyortiran, pemilahan bahan baku, sampai proses pendistribusian ke penerima manfaat. Semua tahapan harus terjaga kualitasnya,” jelas Isnan.

Sementara itu, Kepala Regional BGN NTB, Eko Prasetyo, menegaskan Kepala SPPG harus menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal di dapur masing-masing. Ia juga meminta setiap persoalan yang ditemukan di lapangan segera dilaporkan melalui jalur resmi, yakni kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Wilayah (Korwil).

Isnan menambahkan bahwa pelanggaran terhadap petunjuk teknis maupun penyalahgunaan anggaran tidak akan ditoleransi dan dapat berujung pada penutupan dapur MBG. “Jangan coba-coba melanggar juknis atau bermain-main dengan anggaran. Jika tidak ingin dapurnya ditutup, patuhi aturan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Melalui konsolidasi ini, BGN Kota Mataram berharap seluruh mitra pelaksana meningkatkan disiplin, transparansi, dan kualitas layanan agar manfaat program MBG dapat dirasakan optimal oleh masyarakat Kota Mataram.

- Advertisement -

Berita Populer