25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramPerbaikan Ekonomi NTB Ditopang Kinerja Industri Pengolahan

Perbaikan Ekonomi NTB Ditopang Kinerja Industri Pengolahan

Mataram (Inside Lombok)- Ekonomi Provinsi NTB menunjukkan perbaikan meskipun masih terkontraksi 0,82 persen (yoy) pada triwulan II-2025. Perbaikan ini didorong oleh kinerja positif konsumsi rumah tangga yang stabil, seiring dengan inflasi yang terkendali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan perbaikan ekonomi NTB pada semester I-2025 tercermin dari penurunan angka kemiskinan, ketimpangan, tingkat pengangguran terbuka, serta penurunan jumlah pekerja informal. Secara sektoral, ekonomi NTB ditopang oleh percepatan kinerja industri pengolahan yang tumbuh 66,19 persen, serta kinerja positif sektor pertanian dan pariwisata.

“Industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi seiring dimulainya komersialisasi produk olahan smelter,” ujarnya, di pembukaan Diseminasi Perekonomian Provinsi NTB, Rabu (17/9).

Dijelaskan, meskipun sektor pertanian mendominasi penyerapan tenaga kerja di NTB dan memiliki potensi besar, sektor ini menghadapi sejumlah tantangan. Diantaranya adalah rantai distribusi yang tidak efisien, keterbatasan investasi, dan tingginya biaya logistik akibat infrastruktur yang belum memadai.

“Oleh karena itu, pengembangan agroindustri menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, memperpendek rantai distribusi, serta memperluas peluang investasi dan lapangan kerja di NTB,” terangnya.

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah NTB, Eva Dewiyani, menyatakan agroindustri adalah masa depan NTB. Komoditas unggulan daerah harus terus dikembangkan untuk memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat. “Pertumbuhan agroindustri akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.

Selain itu, sinergi antara agroindustri dengan sektor pariwisata dapat memperluas pemasaran produk lokal hingga ke pasar global. Sinergi dan komitmen ini diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan, mempercepat hilirisasi pertanian, serta membangun ekosistem industri yang berdaya saing.

“Saya berharap forum ini dapat menghasilkan gagasan dan sinergi nyata yang membuat struktur ekonomi NTB lebih tangguh, seimbang, dan berkelanjutan,” jelasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer