25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramPermudah Akses Masyarakat, Pemkot Mataram Pasang Jembatan Sementara di Karang Kemong

Permudah Akses Masyarakat, Pemkot Mataram Pasang Jembatan Sementara di Karang Kemong

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membangun jembatan sementara bagi masyarakat. Pasalnya, banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli lalu membuat satu-satunya akses masyarakat amblas terbawa arus.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengatakan kesepakatan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Terutama bagi anak sekolah dan warga yang hendak menuju pemakaman. Untuk memenuhi kebutuhan akses tersebut pemasangan jembatan semi permanen ini adalah solusi cepat. “Saya putuskan untuk membuat jembatan sementara,” katanya.

Jembatan darurat yang dipasang Pemkot yaitu di Sungai Ancar dan memiliki lebar 2,5 meter. Luas jembatan ini disebut cukup untuk akses pejalan kaki dan aktivitas ringan masyarakat. Untuk pembangunan jembatan permanen, sambung Mohan, memerlukan proses dan waktu yang cukup lama. Diperkirakan memakan waktu empat bulan ke depan karena ada proses tersebut mencakup tender dan pengerjaan fisik.

“Untuk jembatan sementara, Pemkot Mataram tidak menanggung biaya besar karena memanfaatkan besi bongkaran dari jembatan penyeberangan yang sebelumnya berada di depan Bank Indonesia. Ini solid dan kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning menjelaskan, jembatan sementara ini dirancang untuk dilintasi pejalan kaki. Kapasitasnya yaitu 10 hingga 20 orang yang melintas. Ditegaskan Lale, jembatan sementara yang dibuat tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor. Bahkan jembatan permanen nantinya pun tidak akan bisa dilewati kendaraan. “Utamanya pejalan kaki untuk anak sekolah,” terangnya.

Jembatan semi permanen ini menjadi alternatif penting. Pasalnya, jika tidak ada jembatan ini maka warga harus memutar sejauh tiga kilometer untuk beraktivitas. Jembatan semi permanen di Karang Kemong itu pun akan dibongkar setelah jembatan permanennya selesai. “Nanti kita bongkar dan balikkan ke PU dulu,” ucapnya.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jembatan permanen tersebut mencapai Rp2,3 miliar. Anggaran untuk jembatan Karang Kemong dialihkan dari anggaran Jembatan Gontoran, sehingga tidak perlu menunggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP). “Jadi tidak menunggu APBDP,” katanya.

Selain jembatan Karang Kemong, ada dua jembatan lain yang juga terdampak banjir 6 Juli lalu. Misalnya Jembatan Mahkota Bertais dan jembatan Pandansalas. “Jembatan Mahkota saat ini sudah dalam tahap pengerjaan. Kalau untuk di Pandansalas masih menunggu pengadaan langsung menggunakan anggaran APBD Perubahan,” jelas Lale.

- Advertisement -

Berita Populer