Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan PT Angkasa Pura untuk memanfaatkan lahan eks Bandara Selaparang sebagai pusat perputaran ekonomi yang akan ditempati pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pemanfaatan lahan tersebut mulai dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, guna menata pedagang yang selama ini berjualan di trotoar kawasan tersebut.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan kerja sama pemanfaatan lahan milik pihak ketiga itu telah disepakati dan mulai berjalan pekan ini. “Tanggal 25 ini sudah disepakati bisa dimanfaatkan lokasi itu dan kerjasama dengan Angkasa Pura sudah bisa laksanakan,” katanya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, koordinasi antara Pemkot Mataram dan PT Angkasa Pura telah dilakukan terkait rencana tersebut. Dengan pemindahan ke lahan eks Bandara Selaparang, diharapkan tidak ada lagi PKL yang berjualan di trotoar.
“Kita nanti akan dikerjasama secara panjang dengan Angkasa Pura. Kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi Angkasa Pura, pedagang dan kita juga Pemkot Mataram,” katanya.
Saat ini, sebanyak 80 pedagang telah terdaftar untuk menempati lokasi baru tersebut dan jumlahnya diperkirakan masih dapat bertambah karena ketersediaan lahan yang cukup luas. “Tapi kalau lihat luas lahan disitu masih cukup luas untuk ditampung,” katanya.
Pemerintah Kota Mataram juga akan melakukan pengaturan agar pedagang tertata lebih rapi dan seragam. “Kita akan intervensi dalam hal keseragaman. Biar lebih rapi,” katanya. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta melakukan penataan kawasan, termasuk pembangunan pedestrian. “Saya minta penataan pedestrian disitu sudah bisa dilaksanakan,” katanya.
Selama ini, para pedagang memanfaatkan trotoar di depan eks Bandara Selaparang untuk berjualan, yang dinilai rawan terutama pada sore hari. Dengan pemindahan ini, pemerintah menargetkan penataan kawasan dapat berjalan lebih tertib.

