Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram mulai menata Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan memindahkan aktivitas berdagang ke kawasan Eks Bandara Selaparang. Kebijakan ini dinilai berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan depan kawasan tersebut serta meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Irwan Rahadi, mengatakan hingga saat ini sebanyak 105 PKL telah menempati area yang dikelola manajemen koperasi Angkasa Pura. “Dampaknya yang dilihat lancar tertib dan jalan akses,” kata Irwan Rahadi, Kamis (5/3/2026).
Untuk memastikan kawasan Udayana dan sekitarnya tetap tertib dari aktivitas PKL di badan jalan, pemerintah kota membentuk satuan tugas penataan dan penertiban. Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, sementara Irwan Rahadi bertindak sebagai koordinator lapangan. “Ketuanya langsung pak Sekda, saya koordinator lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila terdapat PKL yang ingin menempati lokasi di kawasan eks bandara, keputusan tersebut menjadi kewenangan pihak Angkasa Pura selaku pengelola area. Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh PKL yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut telah difasilitasi untuk menempati lahan yang disediakan.
“Masih diadakan evaluasi apakah mau diakomodir 120. Itu urusan teknis mereka. Yang pasti kami memastikan seluruh PKL itu berada di kawasan bandara,” tegasnya.
Irwan menambahkan, secara teknis pengelolaan dan penempatan PKL di dalam kawasan menjadi tanggung jawab manajemen Angkasa Pura. “Kalau secara teknis tidak bisa kita membahas itu. Persoalan menjadi kewenangan Angkasa Pura,” katanya.
Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemerintah Kota Mataram juga berencana membangun taman kecil di trotoar depan Toko Mario untuk mencegah munculnya kembali PKL di lokasi tersebut. “Lebih cantik, bagus dan ini sesuai dengan arahan pak wali kota,” katanya.
Ia menambahkan, setelah dipindahkan ke kawasan eks bandara, jumlah pengunjung yang datang berbelanja dinilai meningkat karena penataan area parkir dan lapak yang lebih tertata. “Perputaran ekonomi itu kita evaluasi. Orang yang berkunjung setelah masuk eks bandara itu jauh lebih besar. Karena bisa parkir dan merasa lebih nyaman,” pungkasnya.

