BerandaMataramProduksi Vanili Organik NTB Turun 40 Persen Akibat Serangan Jamur

Produksi Vanili Organik NTB Turun 40 Persen Akibat Serangan Jamur

Mataram (Inside Lombok) – Produksi vanili organik di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan hingga 40 persen akibat serangan penyakit fusarium oxysporum atau busuk batang, Kamis (9/4). Kondisi ini terjadi di tengah tingginya permintaan ekspor vanili organik yang masih terus berjalan.

Pemilik UD. Rempah Organik Lombok, H. Mohir Ali, mengatakan penurunan produksi disebabkan penyebaran penyakit yang sulit dikendalikan pada tanaman vanili. Ia menyebut, tanaman yang sudah terinfeksi berpotensi menular ke area lain sehingga petani terpaksa mengganti lahan tanam.

“Penurunannya sekitar 40 persen itu ada, besar sekali. Jika sudah terkena penyakit, satu-satunya cara adalah mengganti lahan tanam karena pengobatannya sangat sulit,” ungkapnya.

Penurunan tersebut berdampak pada luas lahan produktif. Dari total 180 hektar lahan vanili organik yang tersebar di Lombok Utara dan Lombok Timur, kini tersisa sekitar 120 hektar yang masih dapat beroperasi.

Namun, upaya relokasi lahan baru terkendala aspek regulasi. Mohir Ali menjelaskan, untuk memperoleh sertifikasi organik, petani harus memenuhi persyaratan legalitas lahan serta mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait.

“Untuk tahapan persyaratan selanjutnya perlu ada rekomendasi dari dinas kehutan bahwa disini memang ada memproduksi vanili organik,” terangnya.

Ia menambahkan, sejumlah petani di Lombok Timur memiliki potensi untuk memproduksi vanili organik, namun terkendala aturan yang berlaku. “Kami butuh lahan baru karena penyakit ini sulit diobati. Di Lombok Timur saja ada lebih dari 50 petani yang siap berproduksi, tapi kami tidak bisa melanjutkan status mereka ke organik karena masalah regulasi ini,” jelasnya.

Pihaknya mendorong adanya kerja sama lintas sektoral, khususnya dengan Dinas Kehutanan, guna mempercepat penerbitan rekomendasi lahan. Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi agar potensi ekspor vanili NTB tetap terjaga.

“Kita sekarang sudah ekspor dan permintaan itu cukup banyak, terutama ke Amerika,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer