Mataram (Inside Lombok) – Pembangunan fisik untuk proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) atau IPAL Komunal di Kota Mataram segera mulai. Proyek IPAL Komunal ini akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
“Sekarang sedang persiapan lelang untuk fisiknya. Target pelaksanaan itu kalau tidak molor dari rencana lelangnya kontrak itu bulan Maret tahun depan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, Rabu (20/8) pagi. Ia mengatakan proyek IPAL ini digagas sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi pencemaran lingkungan di Kota Mataram. Meski belum secara menyeluruh namun akan dilakukan secara bertahap. “Ya, untuk tahun depan sudah bisa mulai eksekusi,” katanya
Lale menjelaskan bahwa proses ini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat dan tidak dapat diintervensi oleh Pemda. “Mudah-mudahan tidak ada perubahan. Kita tidak bisa mengintervensi karena ini murni proyek dari pusat,” tambahnya. Proyek SPAL DT ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi pencemaran air tanah, sungai, dan sumber mata air akibat limbah domestik. Dengan sistem ini, pengelolaan air limbah diharapkan menjadi lebih berkelanjutan, sehingga kelestarian lingkungan dan sumber daya air tetap terjaga.
Secara teknis proyek ini akan menghubungkan septic tank warga langsung ke jaringan pipa. Nantinya limbah akan mengalirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Melalui program ini, warga tidak perlu lagi melakukan penyedotan limbah. “Ilustrasinya seperti pipa PDAM, kalau kita buka keran air ada. Kalau ini, dari tangki septic tank kita masuk ke jaringan pipa langsung masuk ke IPAL,” jelasnya.
Anggaran untuk proyek ini sangat besar. Dimana, anggaran untuk pembangunan IPAL diperkirakan sekitar Rp 400 miliar. Sedangkan untuk jaringan pipa dibagi menjadi dua. Masing-masing jaringan dengan nilai Rp200 miliar. Seluruh pembiayan proyek tersebut didanai oleh Asian Development Bank (ADB). Pembangunan IPAL komunal untuk mengelola limbah rumah tangga secara terpusat. Proyek awal ditargetkan di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela, yang dapat melayani 13.500 sambungan rumah tangga.
Dikatakannya, proyek IPAL ini menghabisakan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp1 triliun. Akan tetapi saat ini, pembangunan akan difokuskan pada tahap pertama. “Itu untuk keseluruhan, tapi untuk sekarang tahap pertama dulu,” pungkasnya.

