Mataram (Inside Lombok) – Anak jalanan dan gelandangan pengemis (anjal – gepeng) masih tetap ditemukan di Kota Mataram. Keberadaan anjal dan gepeng ini biasanya ada di tempat-tempat kuliner dan sebagian destinasi wisata.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan mengatakan sebagian anjal dan gepeng ini sebenarnya sudah diberikan pembinaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Ada satu atau tiga pengamen. Itu sudah diberikan pembinaan oleh Pol PP di Sangkareang dan Udayana,” katanya.
Sementara anjal dan gepeng yang ada di destinasi wisata, pihaknya bekerjasama dengan pokdarwis dan satgas setempat. Selain itu, Dinas Sosial juga turun untuk memantau anjal dan gepeng yang masih berkeliaran. “Itu sudah ada di Dinsos hasil dari sweeping beberapa waktu lalu bersama dengan Polres, Pol PP dan kita lengkap dengan KTP,” katanya.
Ia mengatakan, dari data yang diperoleh Dinas Sosial akan langsung memeriksa kondisi anjal dan gepeng termasuk tempat tinggalnya. Karena kondisi tempat tinggal terkadang tidak semua terkategori miskin. “Kita akan turun rumah masing-masing untuk melakukan pengecekan. Karena pengamen ini hanya ada yang iseng dan ada juga anak kuliahan dan mengisi waktu luang,” katanya.
Jika Dinas Sosial menemukan ada dari keluarga mampu dan terdata di DTKS, maka akan dimasukkan agar mendapatkan program bantuan pelatihan. “Saya sudah ngomong ke dinas yang lain yang melakukan pelatihan. Data-data ini kami akan kita selipkan kesana,” katanya.
Untuk pengamen ini sambung Samsul, sebagian besar warga Kota Mataram. Sementara untuk anjal, juga dilakukan pendataan yang sama. “teman-teman yang dilapangan di data mereka dan hasil pendataan itu ditindaklanjuti oleh regsos. Ada pembinaan yang dilakukan oleh keluarga dan mencari tahu apa yang sesungguhnya yang terjadi keluarga itu,” katanya.
Jika membutuhkan bantuan jangka pendek akan diberikan, jika jangka panjang maka dilibatkan dalam pelatihan. “Tergantung dari asesmen keluarga. Karena yang paling penting keluarga,” katanya. (azm)

