25.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaMataramRatusan Jemaah Haji Kota Mataram Penuhi Syarat Kesehatan

Ratusan Jemaah Haji Kota Mataram Penuhi Syarat Kesehatan

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat pemenuhan kriteria istithaah atau syarat kesehatan jamaah haji telah mencapai 102 persen. Sebanyak 871 jamaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat pelaksanaan ibadah haji, melampaui kuota reguler yang ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengatakan kuota jamaah haji reguler Kota Mataram tahun ini sebanyak 854 orang. Namun, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap jamaah cadangan sehingga jumlah jamaah yang dinyatakan istithaah mencapai 871 orang.

“Data kami menunjukkan sudah 871 orang yang istithaah. Karena yang kami periksa bukan hanya jemaah reguler, melainkan juga jemaah cadangan. Ini langkah antisipasi agar jika ada yang berhalangan, penggantinya sudah siap secara medis,” katanya, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan kelompok usia, jemaah yang memenuhi istithaah didominasi kelompok umur 40–59 tahun sebesar 61 persen atau 530 orang. Kelompok lansia di atas 60 tahun tercatat 31 persen atau 267 orang, sementara usia 16–39 tahun sebesar 8 persen. Jamaah termuda tercatat berusia 16 tahun, sedangkan jamaah tertua berusia 86 tahun sebanyak empat orang. Dari sisi gender, jamaah perempuan mendominasi dengan persentase 54 persen.

Meski capaian istithaah tergolong tinggi, Emirald mencatat sebagian besar jamaah masuk kategori Risiko Tinggi (Risti). Sebanyak 640 jamaah atau sekitar 72 persen tergolong Risti karena faktor usia dan penyakit penyerta, sementara jamaah non-Risti tercatat 28 persen atau 240 orang.

“Jemaah yang masuk kategori Risti memang cukup besar. Oleh karena itu, pendampingan medis diperketat. Ada 618 jemaah yang keberangkatannya wajib didampingi obat-obatan rutin, sementara 12 jemaah lainnya membutuhkan pendampingan orang atau pihak keluarga,” jelasnya.

Emirald juga mengungkapkan terdapat satu jamaah yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria istithaah kesehatan. Keputusan tersebut diambil setelah melalui observasi medis menyeluruh.

“Ada yang memang benar-benar tidak bisa berangkat karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Kami sudah berupaya maksimal melalui pembimbingan dan pendampingan kesehatan agar mereka mencapai standar istithaah. Namun, jika sampai batas akhir tetap tidak memungkinkan, maka posisinya terpaksa digantikan oleh cadangan yang sudah siap,” tegasnya.

- Advertisement -

Berita Populer