BerandaMataramRealisasi APBN 2026 di NTB Capai Rp4,019 Triliun hingga Akhir Februari

Realisasi APBN 2026 di NTB Capai Rp4,019 Triliun hingga Akhir Februari

Mataram (Inside Lombok) – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp4,019 triliun hingga 28 Februari 2026 atau setara 17,75 persen dari total pagu anggaran. Realisasi tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) dan Transfer ke Daerah (TKD) yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, menjelaskan realisasi Belanja Pemerintah Pusat hingga akhir Februari mencapai Rp787,6 miliar.

“Realisasi Belanja Pemerintah Pusat hingga akhir Februari mencapai Rp787,6 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk mendukung berbagai sektor layanan publik strategis serta pembangunan infrastruktur di daerah,” ungkapnya, Jumat (27/3).

Ia merinci, sektor pendidikan menjadi prioritas dengan serapan mencapai Rp169,99 miliar, disusul sektor ekonomi Rp116,36 miliar, sektor agama Rp42,67 miliar, serta sektor kesehatan sebesar Rp37,82 miliar. “Ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, komponen Transfer ke Daerah (TKD) juga menunjukkan realisasi yang cukup tinggi. Per 28 Februari 2026, penyaluran TKD telah mencapai Rp3.232,31 miliar atau 21,90 persen dari pagu yang tersedia.

“DAK non fisik juga telah tersalurkan sebesar Rp914,33 miliar, di mana Rp273,25 miliar di antaranya digunakan secara spesifik untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Ini adalah komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di NTB,” tuturnya.

Ia menegaskan pertumbuhan belanja negara pada awal tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif, mulai dari layanan dasar, infrastruktur hingga perlindungan sosial.

“Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi daerah. Kami optimis momentum ini akan terus menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer