Mataram (Inside Lombok) – Real Estat Indonesia (REI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 26 ribu unit rumah subsidi secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di NTB. REI NTB diminta ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
Ketua REI NTB, Hery Atmaja, mengatakan Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan dalam program perumahan subsidi dengan menambah kuota dan merencanakan akad massal tahap akhir pada Desember mendatang, dengan target minimal 50 ribu akad se-Indonesia. “Kami berharap kebijakan ini akan dipertahankan ke depan, tinggal menunggu saja,” ujarnya, Selasa (30/9).
Selain penambahan kuota, pemerintah juga akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembang dengan plafon hingga Rp20 miliar mulai Oktober 2025. Menurut Hery, program tersebut sangat membantu karena pengembang tidak perlu lagi mencari modal, sementara konsumen diuntungkan dengan angsuran ringan sekitar 5–7 persen.
Dukungan pemerintah dan perbankan mendorong pengembang di NTB mempercepat pembangunan. Hery menyebut, targetnya mencapai 2.000 akad hingga Desember 2025. “Pemerintah mengucurkan dana untuk KUR, jadi kami tidak perlu cari modal lagi. Dananya sekitar Rp100-an triliun,” katanya.
Dengan berbagai kemudahan itu, REI NTB mengajak masyarakat segera memanfaatkan kuota rumah subsidi yang masih tersedia. Saat ini harga rumah subsidi di NTB berada di kisaran Rp185 juta. “Mumpung masih ada kuota, segera beli rumah subsidi. Kita tidak tahu apakah tahun depan akan ada kenaikan harga. Semua tersedia di NTB dari ujung timur sampai Lombok, konsumen tinggal memilih,” ungkapnya.

