Mataram (Inside Lombok) – Nilai investasi di Kota Mataram tercatat mencapai Rp1,215 triliun atau 69,44 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp1,75 triliun. Investasi tersebut mendorong pemanfaatan lahan produktif sekaligus membuka lapangan kerja.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengatakan investasi yang masuk tidak hanya di sektor perhotelan, tetapi juga kuliner, fashion, dan kriya. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim ramah investasi dengan proses perizinan yang mudah namun tetap sesuai prosedur.
Menurutnya, masuknya investasi memungkinkan lahan yang dikuasai pihak swasta di Kota Mataram dimanfaatkan lebih produktif. “Ketika lahan dimanfaatkan menjadi tempat usaha, bisa merekrut tenaga kerja dan mendongkrak PAD,” katanya.
Mohan menegaskan perekrutan tenaga kerja harus proporsional, tidak hanya dari luar daerah. Ia juga menyebut ruang investasi di Kota Mataram terbatas sehingga harus diseleksi agar berdampak maksimal terhadap perekonomian.

