26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramSering Dikeluhkan, Pemkot Mataram Akui Tak Punya Lahan untuk Pindahkan TPS Sandubaya

Sering Dikeluhkan, Pemkot Mataram Akui Tak Punya Lahan untuk Pindahkan TPS Sandubaya

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengakui adanya keluhan masyarakat terkait bau menyengat dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya. Namun, hingga kini pemkot belum dapat memindahkan lokasi TPS karena keterbatasan lahan yang dimiliki.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan pihaknya telah menerima surat dari Perum Bulog NTB yang menyampaikan kekhawatiran bahwa keberadaan TPS dapat mempengaruhi kualitas beras di gudang mereka. “Kita produksi 230 ton sampah sehari. Kita dapat kendala karena Kebon Kongok ditutup, sehingga satu-satunya jalan di situ kita punya lahan,” ujarnya, Kamis (13/11).

Untuk mengurangi bau yang ditimbulkan, Pemkot Mataram memanfaatkan dua insinerator berkapasitas 10 ton di TPS Sandubaya. “Walaupun sedikit, tapi bisa mengurangi. Sudah ada dua insinerator yang ada di TPS itu,” katanya.

Sekda menegaskan, pihaknya memahami keluhan masyarakat dan Bulog, namun tidak memiliki alternatif lahan untuk relokasi. “Lahan kita tidak punya ini untuk pindah. Kita bukan tutup mata dengan kondisi ini,” ucapnya. Ia menjelaskan, TPS Sandubaya telah beroperasi sejak 2001, jauh sebelum gudang Bulog berdiri di lokasi tersebut.

Sebagai langkah pengurangan volume sampah, Pemkot Mataram mendorong pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga dan pengolahan sampah menjadi produk seperti paving block di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). “Kita juga sosialisasikan tempat dedoro untuk mengurangi sampah masuk ke TPS,” tambahnya.

Meski demikian, TPS Sandubaya tetap akan dioperasikan sebagai tempat pembuangan sementara. Pemkot Mataram bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kini menyiapkan lahan pembuangan baru dan akan melibatkan Pemerintah Provinsi NTB dalam pembahasan karena menyangkut wilayah lintas kabupaten.

“Kami bertiga harus duduk kembali. Kebon Kongok masih membatasi pembangunan. Itu kendala kita,” tegasnya.

- Advertisement -

Berita Populer