Mataram (Inside Lombok) – Sekitar 30 orang anak-anak muda atau gen-Z dari sejumlah wilayah di NTB, dilatih keterampilan menjadi barista dan terapis spa selama 8 hari.
Pimpinan LPK Tamata Persada Training Center (TPTC) Lombok, Hidayati Rachman, mengatakan pelatihan Barista dan terapis spa yang diberikan merupakan sebagai penggerak ekonomi daerah. Selain itu, pelatihan ini juga menciptakan calon-calon Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.
LPK TPTC Lombok ini bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI, dan BPVP Lombok Timur (Lotim). Pelatihan yang digelar berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) kepada para generasi muda yang ingin berkarir di bidang terapis spa dan barista.
“Yang diutamakan adalah mereka yang belum bekerja dan tidak dalam ikatan pendidikan dengan tujuan menciptakan SDM dengan skil yang diperlukan industri kerja siap pakai, ” kata Ida, Jumat (19/9) .
Untuk pelatihan barista dan terapis spa, para peserta pelatihan menjalani proses seleksi yang ketat melalui proses interview agar tepat sasaran. Selain itu, peserta juga harus menandatangani Memorandum of Understanding ( MoU ) sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti pelatihan dengan disiplin hingga akhir dan proses monitoring setelahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Rudi Suryawan, mengatakan para peserta didik harus memanfaatkan pelatihan yang diberikan oleh TPTC dan kerjasama dengan BPVP Lotim, mengingat kebutuhan tenaga kerja bidang terapis spa dan barista memiliki permintaan yang cukup tinggi.
“Akan banyak kesempatan dan peluang bagi para peserta didik setelah mengikuti pelatihan ini. Buat lembaga TPTC yang sudah diberikan kepercayaan untuk menjalankan program juga harus menjalankan program dengan maksimal, ” kata Rudi mengingatkan.
Rudi berharap, nantinya setelah para peserta didik diberikan pelatihan skil dan keterampilan, akan diberikan kesempatan untuk penempatan magang di industri yang sudah bekerjasama atau sudah memiliki MoU dengan LPK. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk penyaluran SDM yang kompeten dalam dunia Industri.
“Pihak Lembaga yang memberikan pelatihan ini berkewajiban tetap melakukan monitoring dan pembinaan bagi para peserta agar bisa tetap berkembang,” katanya.

