31.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaMataramSiap-Siap, PKL Asal Mataram akan Direlokasi dari Kawasan Tembolak

Siap-Siap, PKL Asal Mataram akan Direlokasi dari Kawasan Tembolak

Mataram (Inside Lombok) – Puluhan pedagang yang ada di berjualan di bypass sekitar monumen Tembolak Mataram akan dipindahkan. Pemkot Mataram sudah menyiapkan lahan di sebelah utara atau di sekitar Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram.

Walikota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan lahan yang disiapkan nantinya sebagai pusat kegiatan baru masyarakat. “Di samping perpustakaan ada di sini kita hadirkan kuliner dan juga untuk space event juga harus ada,” katanya.

Relokasi para pedagang di kawasan tembolak akan segera dilakukan. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan jalur cepat sehingga diupayakan agar tidak ada lagi pedagang. “Kerawanannya cukup tinggi kan di bypass itu. Kita tidak gusur tapi kita cuma memindahkan lokasi,” katanya.

Lahan yang akan digunakan merupakan milik warga dan akan dibebaskan tahun 2025 mendatang. Namun sudah ada komunikasi dengan pemilik lahan untuk bisa dimanfaatkan terlebih dahulu. “Sudah ada komunikasi untuk dipinjamkan setahun kedepan ini. Ini juga tidak bisa diapain lagi dan tidak bisa bangun apa-apa,” terangnya.

Dengan pemindahan para pedagang tersebut, Pemkot Mataram akan membuat akses masuk dan juga pembuatan lapak bagi para pedagang. “Jadi disini kita buatkan untuk akses baru lah,” ucapnya.

Pemindahan lokasi jualan ini juga nantinya akan difokuskan untuk pedagang yang berasal dari Kota Mataram. “Kita akan seleksi dulu supaya yang kita sediakan ini untuk warga Mataram ini,” katanya.

Semua fasilitas-fasilitas yang akan digunakan sudah siap dan sudah ada sedikit bangunans sebagai rintisan. “Pakai kontainer. Tahun depan sudah bisa dipindah,” katanya.

Ia memastikan, setelah pemindahan lokasi berjualan ini kawasan tersebut akan bersih dari pedagang. Karena untuk pedagang yang berasal dari Lombok Barat akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.

“Ya tidak ada lagi pedagang. Karena kita pikir ini kerawanannya. Ini juga salah satu akses masuk Kota Mataram. Jadi itu harus bersih dan steril. Kita juga pastikan tidak menghilangkan mereka untuk berjualan,” ungkap Mohan. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer