Mataram (Inside Lombok) – PT Air Minum (PTAM) Giri Menang meluncurkan program baru yaitu pelayanan 24 jam. Program ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan bisa mengadukan persoalan yang dihadapi khususnya persoalan air minum.
Direktur PTAM Giri Menang, Sudirman mengatakan dengan adanya program baru ini pihaknya menyiapkan petugas operasional 24 jam. Beberapa persoalan yang bisa diselesaikan dengan segera yaitu pipa yang bocor. “Pipa yang ke giles truk dan bisa selesai 24 jam kita akan selesaikan,” katanya.
Hanya saja sambungnya, persoalan yang mungkin tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu 24 jam yaitu kurangnya debit air. Karena untuk persoalan ini dipengaruhi banyak faktor salah satunya musim. “Kalau itu kan memang airnya yang kurang dari sana. Jadi harus dipilah. Kami ada indikator keberhasilan kinerja untuk masalah-masalah yang bisa diselesaikan selama 24 jam,” katanya.
Peluncuran program ini sekaligus untuk merayakan HUT ke-45 perusahaan milik daerah itu. Ditegaskannya, jika petugas PTAM Giri Menang nantinya ada yang tidak bisa menyelesaikan persoalan kecil yang diadukan masyarakat, maka akan diberikan teguran.
Pengaduan permasalahan air ke PTAM Giri Menang pun saat ini bisa dilakukan secara online dan ditekankan bisa segera tertangani. “Ketika komplain masuk itu di-handle oleh beberapa bagian. Antar bagian itu kami sudah inovasi. Jika membutuhkan tanda tangan bisa menggunakan elektronik,” ungkapnya.
Tanda tangan elektronik ini akan diupayakan, sehingga untuk mendapatkan persetujuan tidak membutuhkan waktu yang lama. “Ini untuk mempercepat terselesaikannya,” katanya.
Dengan kemudahan ini, maka penanganan bisa dilakukan segera dan tidak menunggu dalam jangka waktu yang lama. “Kalau malam terjadi bocor, manager itu boleh berikan SPK kepada bawahannya,” ungkap Sudir.
Ia mengatakan, dengan adanya program ini juga para pelanggan bisa lebih mudah mengadukan persoalan yang dihadapi. PTAM Giri Menang juga menyiapkan Command Center. “Akan terbaca setiap titik berapa tekanannya. Kenapa terjadi, di wilayah yang terdampak dan informasi kepada pelanggan melalui data base pelanggan yang terintegrasi kami secara otomatis pesan kepada wilayah terdampak dan itu berlaku kalau mereka belum membayar tagihan,” katanya. (azm)

