32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramSumur Masyarakat di Mataram Dikhawatirkan Tercemar

Sumur Masyarakat di Mataram Dikhawatirkan Tercemar

Mataram (Inside Lombok) – Walikota Mataram, Mohan Roliskana meminta agar kualitas air sumur milik warga diperiksa pasca-banjir yang terjadi 6 Juli 2025 lalu. Pasalnya, dikhawatirkan banjir yang terjadi mencemari air sumur yang selama ini digunakan oleh masyarakat setempat.

“Kemarin itu saya minta Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk melakukan pengecekan dulu terhadap kualitas air,” ujar Mohan saat dikonfirmasi. Masyarakat di Kota Mataram disebutnya masih banyak yang menggunakan sumur. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan di beberapa wilayah terdampak banjir, disebut ada yang tercemar.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Mataram, Emirald Isfihan mengatakan petugas sudah rutin melakukan pemeriksaan kembali kondisi air. Di beberapa wilayah terdampak banjir sudah dilakukan intervensi terhadap kualitas air. “Kalau sudah dilakukan intervensi diutamakan memang konsumsi air minum tentu diolah dulu,” katanya.

Ketika air dimasak, maka sudah ada ketentuan berapa lama titik didihnya hingga dinyatakan layak konsumsi. Namun jika digunakan untuk mandi, air yang ada di tengah masyarakat saat ini disebut masih layak. “Masih layak dan aman. Ini kan yang dikonsumsi yang diminum. Maka yang diutamakan adalah benar-benar layak,” katanya.

Sedangkan untuk masyarakat yang menggunakan PDAM untuk konsumsi sehari-hari disebut masih layak. “Selain sumur bor, kan masyarakat kita juga pakai PDAM dan ini masih layak,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan yang air sumur milik warga ada yang tercemar sehingga diintervensi oleh puskesmas yang berada di wilayah masing-masing. “Ada laporannya dan kita sudah kembalikan ke puskesmas wilayah kerja masing-masing,” ungkapnya.

Beberapa wilayah yang air sumur bor tercemar yaitu di Sekarbela, Cakranegara dan beberapa lokasi banjir lainnya. “Itu ada beberapa dan yang menggunakan sumur bor,” katanya.

Intervensi yang dilakukan berupa pemberian obat. Jika terjadi banjir lumpur bercampur dengan segala macam dan yang biasa disebut ekoli. Air yang sudah tercemar akan ada perlakukan khusus dari petugas kesehatan. “Itu nanti berasal dari kotoran manusia dan sudah tercemar dan terserap oleh tanah dan sumur. Sudah dan itu bagian pengendalian kesehatan lingkungan,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer