24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramSyarat Kesehatan Haji Diperketat, Jemaah Diminta Jujur Saat Pemeriksaan

Syarat Kesehatan Haji Diperketat, Jemaah Diminta Jujur Saat Pemeriksaan

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Arab Saudi memperketat syarat kesehatan bagi jemaah haji tahun 2026. Menyikapi kebijakan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Mataram meminta jamaah calon haji yang menjalani pemeriksaan kesehatan untuk jujur menyampaikan kondisi yang dialami agar proses penilaian kelayakan berjalan tepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan pemeriksaan kesehatan jemaah sudah mulai dilakukan di puskesmas. “Petugas kita ini menginput pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan awal dan pemeriksaan lanjutan,” katanya, Senin (24/11). Ia menjelaskan pemeriksaan akan memetakan jemaah dalam kategori tidak berisiko dan berisiko tinggi untuk menentukan pola penanganan.

Emirald menegaskan pentingnya kejujuran jamaah dalam proses tersebut. “Saya sependapat dengan Kemenag bahwa memang ini harus jujur. Karena tujuan utama berhaji itu bagaimana kesanggupan kita melaksanakan ibadah haji. Kondisi istitha’ah itu akan menentukan apakah jamaah ini layak berhaji dengan catatan pendampingan atau tidak dengan pendampingan,” ujarnya.

Ia menyebut jika jemaah menutupi kondisi kesehatannya, petugas tidak dapat memberikan atensi medis yang diperlukan. “Padahal kondisi tertentu dengan adanya penyakit masih boleh berangkat dengan syarat dan ketentuan yang ada dalam sistem,” katanya.

Jemaah diminta mengikuti saran tenaga kesehatan agar dapat memenuhi syarat istitha’ah. Emirald mencontohkan kasus penyakit kronis tertentu yang tetap diperbolehkan berangkat selama terkendali. Pemeriksaan tahap lanjutan juga akan dilakukan di fasilitas kesehatan lanjutan melalui pemeriksaan laboratorium.

“Adapun catatan misalnya diabetes. Tapi tidak semua diabetes dilarang berangkat. Selama bisa terkontrol dan dilengkapi dengan obat-obatan maka akan aman di sana,” ujarnya. Pemeriksaan tahap lanjutan juga akan dilakukan di fasilitas kesehatan lanjutan melalui pemeriksaan laboratorium.

Ia menambahkan penetapan jemaah risiko tinggi akan mempertimbangkan usia maupun kondisi kesehatan. “Itu nanti kita lihat. Kita akan segera melakukan dan hasil dalam bentuk list dan kami akan bahas dengan tim medis,” katanya.

Jemaah yang belum memenuhi syarat istitha’ah diberikan waktu untuk meningkatkan kualitas kesehatannya. “Misal ada yang belum istitha’ah masih ada waktu kami berikan sebulan hingga dua bulan untuk melakukan saran tenaga kesehatan untuk mencapai istitha’ahnya,” tutup Emirald.

- Advertisement -

Berita Populer