Mataram (Inside Lombok) – Pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kebon Talo akan segera direalisasikan. Karena pemerintah pusat sudah memberikan bantuan anggaran sebesar Rp17 miliar.
“Hasil kemarin Rabu (25/9) dan hari itu juga langsung ditransfer anggaran Rp17 miliar ke BPPW atau Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW),” kata Kepala Dinas Lingkungan Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi.
Ia mengatakan dengan adanya anggaran tersebut, tahu ini akan mulai ditender. Ditargetkan pada tahun 2025 mendatang fisik sudah mulai dikerjakan. “Ini akan langsung dilakukan tender dini oleh DPPW,” katanya.
Setelah proses tersebut, tim evaluasi akan melakukan rapat koordinasikan kembali. Hal ini untuk memperjelas apakah anggaran sebesar Rp80 miliar yang diusulkan akan bertambah atau berkurang. “Nanti tim akan melakukan rapat di Jakarta. Apakah akan berkurang atau bertambah itu nanti sesuai dengan hasil evaluasi tim yang kemarin,” katanya.
Terkait dengan fasilitas yang akan dibangun terlebih dahulu, Denny mengaku tidak mengetahui secara pasti. Karena hal tersebut tergantung dari kebijakan pemerintah pusat. Kepastian anggaran tersebut setelah adanya kunjungan dari pemerintah pusat. “Kami hanya terima saja apa yang akan dibangunkan duluan. Karena kami pikir itu sudah ada skala prioritas,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan anggaran yang diberikan bisa beroperasi meski dalam jumlah yang sangat terbatas. Dimana target sampah yang bisa diolah di TPST tersebut mencapai 120 ton per hari. “Mungkin bisa lebih kecil. Nanti kami koordinasikan dengan kementerian,” katanya.
Nantinya, setelah terbangun TPST tersebut akan mengolah sampah dari dua kecamatan yaitu Selaparang dan Ampenan. Setelah pemberian Rp17 miliar tersebut, Pemkot Mataram akan tetap mengawal sisa anggaran yang akan diberikan. “Kita akan tetap kawal. Kami juga dari dinas dan BPPW akan mengawal juga,” katanya.
Tahun 2025 mendatang, pembangunan TPST Kebon Talo dipastikan sudah rampung dan tahun 2026 bisa beroperasi dengan maksimal. “Kalau tahun depan sudah selesai semua. Insya allah lah,” katanya.
Direncanakan, pengolahan sampah di TPST Kebon Talo nantinya akan menggunakan insinerator. Sampah-sampah yang ada akan dibakar namun dipastikan ramah lingkungan. (azm)

