24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramTangani Anak Nakal, Erna Lebih Tekankan Pola Asuh di Keluarga

Tangani Anak Nakal, Erna Lebih Tekankan Pola Asuh di Keluarga

Mataram (Inside Lombok) – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyanyu Ernawati menanggapi pernyataan Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman yang mengaku tertarik membina anak-anak yang terkategori nakal di pondok pesantren. Menurut Erna, pola asuh yang baik dan memberikan kasih sayang yang cukup kepada anak sebenarnya bisa meminimalisir anak-anak yang berkategori nakal.

Disebutkan, orang tua bisa memberikan contoh perilaku yang terbaik bagi anak-anak. Sikap ini bisa ditiru dan dinilai sangat efektif untuk mengatasi persoalan tersebut. “Kita larang anak kita jangan main HP terus. Kita sebagai orang tua jangan main HP terus temani dia mengerjakan PR. Kalau kita melarang anak kita merokok, kita juga jangan merokok,” katanya.

Ia mengatakan, pola asuh yang baik dan bisa menjadi contoh kepada anak-anak maka akan menjadi karakter anak. Artinya, anak-anak akan nurut kepada orang tua dan tidak lagi disebut sebagai anak yang nakal. “Itu pola asuh di keluarga yang lebih dulu,” katanya.

Tidak semua persoalan anak bisa diserahkan kepada Lembaga Pendidikan baik di Pondok Pesantren maupun ke Barak Militer seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat. Namun pola asuh di dalam keluarga sangat mempengaruhi sikap anak. “Ini kita harus memberikan Pendidikan di keluarga yang utama,” katanya.

Menurutnya, semua Pendidikan baik di Pondok Pesantren maupun lembaga lainnya tetap baik. Namun pendidikan di dalam keluarga menjadi perhatian. “Semua niatnya baik, tapi sesuatu itu dimulai dari keluarga dulu,” katanya.

Ia meminta agar jangan terus menerus menyalahkan anak ketika melakukan kesalahan. Namun lebih banyak saling mengevaluasi pola asuh yang sudah diterapkan kepada anak-anak.

“Mendidik dari rumah dulu, dari keluarga dulu. Berikan mereka kasih sayang tentunya. Berikan mereka contoh yang terbaik buat anak-anak sebelum menyalahkan mereka. Mari kita sama-sama. Pendidikan karakter keluarga juga sama-sama,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer