Mataram (Inside Lombok) – Persoalan sampah menjadi masalah hampir di semua kota-kota besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, tertarik untuk menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Mataram.
Christopher mengatakan hasil pertemuan dengan Walikota Mataram, Mohan Roliskana, banyak hal yang menarik untuk dikerjasamakan. Misalnya layanan publik untuk masyarakat yang ada di ibukota Provinsi NTB ini. “Ada kolaborasi dengan Amerika Serikat dan Pemkot Mataram. Sebelumnya ada tentang menangani soal sampah kota, Ini tantangan yang dihadapi seluruh kota di dunia” katanya pada Jumat (22/8) siang.
Ia mengatakan, kerja sama pengelolaan sampah ini nantinya akan meniru pola yang digunakan di Amerika Serikat. Dimana, pengelolaan yang akan dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sudah diterapkan di negara tersebut. “Kalau kedepannya masih belum tahu apa yang akan kita lakukan. Tapi pasti ada kolaborasi di sektor itu,” katanya.
Dalam pengelolaan sampah ini membutuhkan sosialisasi yang maksimal dengan masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dengan pasti jenis-jenis sampah. Karena dari sampah yang dibuang selama ini, ada yang bisa diolah kembali hingga memiliki nilai ekonomi. “Ada kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sampah apa yang harus dibuang dan yang bisa diolah kembali,” katanya. Menurutnya, setiap kota memiliki tantangan berbeda dalam persoalan sampah ini. Namun Christopher yakin ada hal yang bisa dikerjasamakan untuk menyelesaikan persoalan sampah. “Saya pikir kami bisa berkolaborasi untuk membantu Kota Mataram agar bisa menyelesaikan persoalan sampah ini,” katanya.
Kedepannya, kerja sama yang bisa dibangun tidak hanya pengolahan sampah tetapi juga di sektor yang lain, misalnya pertanian hingga perdagangan. “Saya sangat optimis hubungan antara Amerika dan Kota Mataram,” katanya. Di bidang pendidikan sudah ada kerja sama dengan salah satu universitas di Kota Mataram. “Di Kota ini juga kita sering kolaborasi di bidang pendidikan,” katanya.

