24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramTekan Kasus DBD, Dikes Kota Mataram Bentuk Kader Jumantik di Lingkungan Sekolah

Tekan Kasus DBD, Dikes Kota Mataram Bentuk Kader Jumantik di Lingkungan Sekolah

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram membentuk kader jumantik atau juru pemantau jentik di SMP Negeri 15 Mataram. Pembentukan kader jumantik ini untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram, khususnya di lingkungan sekolah.

Kepala Dikes Kota Mataram, Emirald Isfihan mengatakan pembentukan kader jumantik ini melalui program sekolah sehat. “Sebagai upaya menurunkan angka DBD di Kota Mataram, melalui program sekolah sehat kita melibatkan siswa sebagai kader,” katanya, Selasa (6/5) pagi.

Kedepannya, tidak hanya kader jumantik, tetapi juga kader bebas narkoba, kader pencegahan pernikahan dini, kader sehat jiwa dan lainnya. “Kita juga akan bentuk kader-kader yang lain,” katanya.

Ia mengatakan, semua siswa di SMP Negeri 15 Mataram diedukasi tentang DBD dan diajarkan bagaimana melakukan PSN. Keterlibatan siswa menjadi kader jumantik ini nantinya bisa melakukan pencegahan di lingkungan rumahnya. “Mereka akan menjadi juru pemantau jentik (jumantik) minimal di rumah masing-masing. Syukur kalau bisa menggerakkan masyarakat di lingkungannya,” ungkapnya.

Nantinya sambung Emirald, setiap siswa nantinya akan membuat laporan rutin tentang PSN yang sudah dilakukan. Laporan itu akan disampaikan melalui grup WA dengan pendamping dari programmer DBD di Dinas Kesehatan dan puskesmas. “Semua siswa harus jadi kader jumantik. Bahkan saya minta komitmen dari kepala sekolah untuk mewajibkan siswa membuat laporan rutin kegiatannya,” katanya.

Ia mengatakan, program ini sudah didiskusikan dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram dan direspon dengan baik. “Hal ini sudah saya bicarakan langsung dengan kadis pendidikan dan beliau menyambut baik. Termasuk kepala sekolah SMP Negeri 15 yang sangat antusias,” ujar Emirald.

Adapun alasan SMP Negeri 15 Mataram dipilih karena sudah menjadi mitra Dinas Kesehatan dalam program sekolah sehat jiwa sejak tahun 2024 lalu. “Komitmen kepala sekolah sangat kuat untuk dilibatkan. Kita tahun ini juga dampingi ikut lomba sekolah aman pangan dan dapat juara 3 tingkat NTB,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer