24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramTerus Meningkat, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Mataram Tembus Ratusan Laporan

Terus Meningkat, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Mataram Tembus Ratusan Laporan

Mataram (Inside Lombok) – Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Mataram hingga November 2025 tercatat lebih dari 100 kasus. Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Yunia Arini menyebut angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Yunia mengatakan kenaikan jumlah laporan menunjukkan semakin banyak anak yang berani melapor ketika mengalami kekerasan. Ia menjelaskan bahwa anak-anak kini lebih memahami bentuk kekerasan dan mengetahui kepada siapa harus bercerita. “Melihat kenaikan angka ini sebagai bentuk bahwa sekarang lebih banyak anak kita yang berani untuk melaporkan,” katanya, Selasa (24/11).

Menurutnya, peningkatan kasus tidak hanya berasal dari kekerasan seksual, tetapi juga perundungan. “Ada bullying juga. Tidak semua kekerasan seksual. Kalau untuk kasus perempuan KDRT yang terbanyak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa data keseluruhan kasus, baik terhadap anak maupun perempuan, telah melampaui 100 laporan meski rekapitulasi final belum selesai. “Ini secara keseluruhan. Tapi kalau data pasti kita belum rekap ya tapi sudah melewati angka 100,” katanya.

DP3A bersama Dinas Pendidikan terus menggencarkan sosialisasi di sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan keberanian anak dalam melapor. Yunia menyebut edukasi ini menekankan pentingnya melapor ketika mengalami perlakuan yang tidak baik. “Kalau dulu kan bingung mau bercerita kepada siapa. Kalau terjadi di sekolah juga seperti apa,” katanya.

Ia menjelaskan kehadiran satgas perlindungan anak di sekolah mulai efektif mencegah dan menangani kasus sebelum sampai ke DP3A. Dengan adanya satgas, sebagian kasus dapat ditangani langsung di sekolah melalui guru bimbingan konseling. “Anak-anak sudah mulai aware juga dan lebih tahu, kalau mengalami kasus kekerasan apapun itu dan berani bicara kepada guru BK,” ujarnya.

Kasus-kasus yang tercatat masih dalam proses penanganan, sementara DP3A terus memperkuat edukasi dan koordinasi dengan sekolah untuk menekan angka kekerasan pada anak dan perempuan di Kota Mataram.

- Advertisement -

Berita Populer