Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram memasang batu boulder di tiga lokasi rawan gelombang pasang sebagai upaya mitigasi abrasi dan antisipasi banjir rob. Salah satu lokasi pemasangan berada di kawasan Loang Baloq, Kota Mataram.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan pemasangan batu boulder dilakukan untuk melindungi infrastruktur publik dari ancaman abrasi dan gelombang pasang yang hampir setiap tahun terjadi. Tiga lokasi yang menjadi sasaran pada tahun ini yakni Loang Baloq, Pondok Perasi, dan Lingkungan Mapak.
Untuk kegiatan tersebut, Dinas PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Setiap lokasi mendapatkan anggaran yang sama, yakni sekitar Rp400 juta. “Masing-masing lokasi anggaranya sama sekitar Rp400 juta. Jadi ya secara keseluruhan itu Rp1,2 miliar,” katanya.
Lale menjelaskan, penentuan lokasi pemasangan diprioritaskan berdasarkan tingkat kerawanan. Di Loang Baloq, abrasi disebut sudah mendekati kolam retensi sehingga pengerjaan dipercepat. “Loang Baloq kita percepat. Karena alat kita satu kita bertahap pengerjaan masing-masing lokasi,” ujarnya.
Panjang pemasangan batu boulder diperkirakan sekitar 25 hingga 30 meter di setiap lokasi, namun akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk kedalaman dan muka air pasang. “Kalau prediksi 25–30 meter tapi dengan kedalaman dan muka air pasang kita itu relatif. Kita belum lihat hasilnya sesuai rencana atau tidak,” katanya.
Menurut Lale, proses pemasangan tidak memerlukan waktu lama dan diperkirakan dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu, tergantung cuaca dan ketersediaan material batu besar. Ia menambahkan, pemasangan batu boulder di kawasan Bintaro telah rampung dan metode ini dinilai cukup efektif. “Mudahan ini cukup efektif untuk menangkal gelombang pasang yang akan terjadi,” pungkasnya.

