Mataram (Inside Lombok) – Provinsi NTB khususnya Pulau Lombok berpotensi terjadi gempa bumi berkekuatan besar atau megathrust. Kekuatan megathrust ini yaitu sekitar 8,5 magnitudo.
Pakar Gempa Bumi BMKG, Pepen Supendi, mengatakan informasi megathrust ini bertujuan agar ada mitigasi yang dilakukan oleh warga. Artinya, baik gempa itu terjadi atau tidak warga sudah siap dan migitas sudah dilakukan. “Kita berbicara soal megathrust ini untuk kesiapsiagaan. Daripada gempa terjadi tanpa kita tahu sumbernya dari mana, itu lebih parah,” katanya Selasa (26/8) pagi.
Ia menerangkan, di sebelah selatan Lombok dan Bali ada satu segmen yang disebut Segmen Sumba. “Itu bagian dari megathrust di Selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara,” katanya. Zona megathrust ini tidak hanya dalam bentuk gempa besar, melainkan dengan kekuatan keci,l namun sering. “Ada dua hal yaitu dilepaskan dalam bentuk gempa kecil atau dia sedang menyusul energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan. Itu yang dikhawatirkan,” katanya.
Informasi potensi megathrust ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat melainkan memaksimalkan mitigasi dan masyarakat bisa lebih waspada. Ditegaskannya, BMKG belum bisa memperkirakan kapan akan terjadi dan bahkan belum ada teknologi untuk memprediksinya. “Lokasinya presisinya juga belum ada. Kalau zonanya jelas, tidak jauh dari sesar aktif,” katanya. Gempa besar yang pernah terjadi tahun 1977 silam sambung Pepen, bersumber dari luar zona megathrust. “Itu sesar turun dan berpotensi juga terjadinya tsunami. Itu yang jadi perhatian bukan hanya megathrust tetap juga diluar,” katanya.
Ditegaskannya, saat ini bukan saja mempertanyakan kapan gempa itu terjadi, karena salah bencana terjadi hampir setiap hari. Namun yang terpenting saat ini adalah warga dipastikan sudah siap. “Misalkan kita tahu di tempat kita itu jalur evakuasinya kemana, titik kumpul yang jauh dari bangunan, pohon dan sebagainya. Barang-barang yang berat juga harus ditempatkan di lokasi paling bawah,” ungkap Pepen.

